Belanja Online Geliatkan Pasar Tradisional di Masa Pandemi (2) : Omzet Pedagang Terangkat Naik

- Jumat, 1 Oktober 2021 | 20:29 WIB
AKTIVITAS PASAR: Suasana Pasar Karangayu Kota Semarang setelah penutupan tiga hari, lantaran ada pedagang yang terpapar Covid-19, belum lama ini. (suaramerdeka.com/Hartatik)
AKTIVITAS PASAR: Suasana Pasar Karangayu Kota Semarang setelah penutupan tiga hari, lantaran ada pedagang yang terpapar Covid-19, belum lama ini. (suaramerdeka.com/Hartatik)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Hawa dingin menusuk tulang. Jarum jam menunjuk pukul 00.00. Namun, Joko Pramono (36) harus bergegas bangun. Selang 1,5 jam, bapak dua anak ini bertolak menuju Pasar Karangayu, untuk menjual sayuran yang sebelumnya diambil dari Pasar Jimbaran, Bandungan. Rutinitas harian ini sudah dilakoninya lebih dari 10 tahun

Meski begitu, ia tidak tergiur untuk beralih usaha sekalipun pandemi Covid-19 sempat mengurangi omzet penjualan hingga 40%. Penurunan omzet itu dipicu lantaran orang khawatir pergi ke pasar yang dinilai bisa menjadi tempat penularan virus korona. Apalagi bersama tujuh pasar tradisional lainnya, Pasar Karangayu pernah ditutup 3 hari karena ada pedagang yang terpapar Covid-19.

Beruntung pria yang akrab disapa Joko ini bermitra dengan penyedia jasa layanan belanja online. Ia mengaku, omzet penjualan bisa terangkat naik sekitar 10%-20%. Bahkan nilai orderan yang masuk bisa sampai Rp 500 ribu, setiap kali transaksi.

Baca Juga: Sumbang Suara di OST “Jirisan”, Jin BTS Kembali Jadi Sorotan di Twitter

"Awal pandemi orang jarang pergi ke pasar, tapi pesanan belanja online banyak," ujar warga Desa Mlilir Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang ini.

Lebih lanjut, model kemitraan yang diterapkan pun sangat menguntungkan pedagang. Selain pesanan masuk lewat aplikasi Whatssapp, transaksi yang diterapkan model beli putus. Artinya barang seketika dibayar di pasar. Karena itu, ia memprioritaskan produk pesanan belanja online dengan memilih barang yang berkualitas nomor satu. Selain itu, ia tidak segan untuk mengemas sayuran pesanan semenarik dan sehigienis mungkin.

Pemasaran Terbantu

Sementara itu, orderan selalu ada setiap harinya dirasakan sebagai keuntungan tersendiri oleh Aslamiyah (33), setelah bermitra dengan penyedia jasa belanja online. Apalagi sejak sang suami tidak lagi menjadi driver ojek online lantaran sepi penumpang selama pandemi, praktis penghasilan warga Tambaklorok, Kelurahan Tanjung Mas ini hanya bergantung dari penjualan ikan segar. Ia membeli aneka ikan dari TPI Tambaklorok dan Pasar Kobong untuk dijual kembali di Pasar Karangayu. Rutinitas tersebut telah dilakoninya selama 13 tahun.

Disela mencatat pesanan pelanggan, Aslamiyah mengatakan bahwa dirinya tidak kesulitan mengikuti perkembangan teknologi. Termasuk memanfaatkan adanya aplikasi belanja online. Bahkan dengan adanya aplikasi tersebut, pemasaran ikan yang dijual justru menjadi lebih mudah.

Setiap hari, jumlah ikan yang dibawa Aslamiyah bisa sampai 50 kg. Jenis ikan yang dijual bermacam-macam, mulai ikan laut, ikan tambak dan ikan air tawar. Setiap harinya jika ikan yang dibawa habis, Aslamiyah  mampu mengantongi Rp 1,5 juta.

Baca Juga: Sepekan Rilis, 'My Universe' BTS ft. Coldplay Raih Top 1 di iTunes

“Selain seminggu sekali mensuplai 1,5 kuintal ikan ke Pabrik Sriboga, pesanan dari aplikasi online juga selalu ada setiap hari,” kata wanita yang akrab disapa As ini.

Nominal transaksinya bisa sampai Rp 500 ribu. Aslamiyah  memberikan harga berbeda untuk pesanan dari aplikasi online.

“Misal ikan bandeng ukuran besar saya beri harga Rp 28.000 per kg, selisih Rp 2 ribu dibanding pelanggan lainnya,” tambahnya.

Selisih harga tersebut semacam ikatan agar kerja sama keduanya bisa bertahan lama. Termasuk ketika pandemi nantinya sudah berakhir.

Pasrahkan Anak

Hal senada dirasakan Nur Ainin (48), pedagang sembako di Pasar Pedurungan. Ia merasa sangat terbantu dengan keberadaan aplikasi belanja online. Dikatakan, selama pandemi  transaksi tatap muka dengan pelanggan menurun sampai 30 persen dari hari biasa. Namun order lewat penyedia jasa belanja online mampu mendongkrak pendapatan sebesar 20 persen. Meski sempat merasa enggan mengggunakan internet, namun ia memasrahkan orderan yang masuk tersebut kepada anaknya.

"Saya tahunya cuma Whatssapp, makanya saya pasrahin saja ke anak kalau ada orderan yang masuk dari penyedia jasa belanja online," katanya.

Terpisah, Kepala Pasar Pedurungan Kota Semarang, Yuni Susanto mengungkapkan, selama pandemi Covid-19, jumlah pengunjung pasar berkurang. Bahkan omzet pedagang menurun sampai 50%. Ia pun merasa senang dengan kehadiran startup belanja online. Sebab orderan ke pedagang yang menjadi mitra mereka selalu ada, sehingga dampak pandemi dinilai tidak terlalu dirasa.

Baca Juga: Tarif BRT Dilematis, Warga Berpotensi Pilih Naik Sepeda Motor Pribadi

Sedangkan Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fravarta Sadman mengungkapkan, omzet pedagang di pasar tradisional rata-rata menurun hingga 40% selama pandemi. Apalagi selama pandemi sedikitnya ada delapan pasar tradisional yang ditutup. Kedelapan pasar itu adalah Pasar Kobong, Karimata, Rasamala, Prembaen, Karangayu, Mangkang, Wonodri dan Meteseh Tembalang. Penutupan 8 pasar itu lantaran ada pedagang yang terpapar Covid-19.

Sementara itu, layanan manajemen konten HootSuite, dan agensi pemasaran media sosial We Are Social dalam laporan bertajuk "Digital 2021" melaporkan, pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 ini mencapai 202,6 juta jiwa. Jumlah ini meningkat 15,5 persen atau 27 juta jiwa jika dibandingkan pada Januari 2020 lalu. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen. Sedangkan perusahaan data dan kecerdasan buatan (AI), Analytic Data Advertising (ADA) mencatat adanya lonjakan penggunaan aplikasi belanja online selama penerapan physical distancing. ADA mencatat lonjakan tersebut hingga 300%. Penggunaan terbanyak adalah aplikasi untuk membeli bahan pokok serta aplikasi penjualan barang bekas. (Bersambung)

Halaman:
1
2
3

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X