Belanja Online Geliatkan Pasar Tradisional di Masa Pandemi (2) : Omzet Pedagang Terangkat Naik

- Jumat, 1 Oktober 2021 | 20:29 WIB
AKTIVITAS PASAR: Suasana Pasar Karangayu Kota Semarang setelah penutupan tiga hari, lantaran ada pedagang yang terpapar Covid-19, belum lama ini. (suaramerdeka.com/Hartatik)
AKTIVITAS PASAR: Suasana Pasar Karangayu Kota Semarang setelah penutupan tiga hari, lantaran ada pedagang yang terpapar Covid-19, belum lama ini. (suaramerdeka.com/Hartatik)

Setiap hari, jumlah ikan yang dibawa Aslamiyah bisa sampai 50 kg. Jenis ikan yang dijual bermacam-macam, mulai ikan laut, ikan tambak dan ikan air tawar. Setiap harinya jika ikan yang dibawa habis, Aslamiyah  mampu mengantongi Rp 1,5 juta.

Baca Juga: Sepekan Rilis, 'My Universe' BTS ft. Coldplay Raih Top 1 di iTunes

“Selain seminggu sekali mensuplai 1,5 kuintal ikan ke Pabrik Sriboga, pesanan dari aplikasi online juga selalu ada setiap hari,” kata wanita yang akrab disapa As ini.

Nominal transaksinya bisa sampai Rp 500 ribu. Aslamiyah  memberikan harga berbeda untuk pesanan dari aplikasi online.

“Misal ikan bandeng ukuran besar saya beri harga Rp 28.000 per kg, selisih Rp 2 ribu dibanding pelanggan lainnya,” tambahnya.

Selisih harga tersebut semacam ikatan agar kerja sama keduanya bisa bertahan lama. Termasuk ketika pandemi nantinya sudah berakhir.

Pasrahkan Anak

Hal senada dirasakan Nur Ainin (48), pedagang sembako di Pasar Pedurungan. Ia merasa sangat terbantu dengan keberadaan aplikasi belanja online. Dikatakan, selama pandemi  transaksi tatap muka dengan pelanggan menurun sampai 30 persen dari hari biasa. Namun order lewat penyedia jasa belanja online mampu mendongkrak pendapatan sebesar 20 persen. Meski sempat merasa enggan mengggunakan internet, namun ia memasrahkan orderan yang masuk tersebut kepada anaknya.

"Saya tahunya cuma Whatssapp, makanya saya pasrahin saja ke anak kalau ada orderan yang masuk dari penyedia jasa belanja online," katanya.

Terpisah, Kepala Pasar Pedurungan Kota Semarang, Yuni Susanto mengungkapkan, selama pandemi Covid-19, jumlah pengunjung pasar berkurang. Bahkan omzet pedagang menurun sampai 50%. Ia pun merasa senang dengan kehadiran startup belanja online. Sebab orderan ke pedagang yang menjadi mitra mereka selalu ada, sehingga dampak pandemi dinilai tidak terlalu dirasa.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X