Belanja Online Geliatkan Pasar Tradisional di Masa Pandemi (1) : Tergerak Bantu Pedagang dan Petani

- Jumat, 1 Oktober 2021 | 20:00 WIB
TERAPKAN PROKES: Staff  layanan  jasa belanja online Pasarkusmg menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker saat mengambil pesanan dari pedagang di Pasar Karangayu, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Hartatik)
TERAPKAN PROKES: Staff  layanan jasa belanja online Pasarkusmg menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker saat mengambil pesanan dari pedagang di Pasar Karangayu, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Hartatik)


SEMARANG, suaramerdeka.com - Impian Prasetyo Bayu Aji (29) membangun kerajaan bisnis kuliner buyar, lantaran pandemi Covid-19. Usaha jualan seblak yang dia tekuni selama tujuh tahun harus gulung tikar.

“Baru pertama ini saya merasa benar-benar terpukul,” ujar Bayu, baru-baru ini.

Belasan gerai seblak milik Bayu sebelumnya tersebar di sejumlah kampus di Semarang, Kudus, Rembang, dan Pati. Omzet bulanan sudah mencapai puluhan juta rupiah. Tapi, sejak pandemi mengepung, satu per satu gerai seblak itu harus tutup. Sebab, kampus tutup berkepanjangan. Mahasiswa sangat jarang datang ke kampus. Padahal, para mahasiswa lah yang selama ini menjadi pelanggan utama gerai seblak “Kawula Muda” yang Bayu kelola.

Sempat bingung mau beralih usaha apa, Bayu semakin terheran ketika mendengar curhatan para pedagang di pasar yang bertahun-tahun menjadi relasi usahanya. Ia paham kalau pandemi memang memukul perekonomian semua sektor usaha. Namun komoditas pokok yang dijual di pasar semestinya dibutuhkan orang sehari-hari, justru kenapa bisa dikeluhkan pedagang lantaran ikut terimbas pandemi.

“Saya kaget kebutuhan memasak di dapur seharusnya masih digunakan, karena tidak tergantikan ternyata terimbas juga. Banyak pedagang mengeluh sepi. Faktor utamanya sebab orang khawatir pergi ke pasar selama pandemi,” bebernya.

Lantas tercetus pemikiran untuk menjembatani antara pedagang dengan pembeli yang biasanya pergi ke pasar. Terilhami dari kondisi masyarakat yang tidak ingin kotor namun ingin mendapatkan produk yang bagus dan higienis, serta enggan berdesak-desakan, Apalagi awal-awal pandemi diterapkan social distancing (jaga jarak), sehingga memunculkan pembatasan aktivitas ke luar rumah, termasuk pergi ke pasar.

Lalu ia pun mulai merintis layanan jasa belanja online Pasarkusmg, sekitar awal April 2020. Bayu mulai mencoba satu per satu promosi secara manual. Ia menyebar brosur ke lingkungan terdekat, seperti teman dan tetangga.

“Saya tekuni bersama tiga orang karyawan yang sebelumnya kerja di gerai seblak. Semua tugas ditangani sendiri, mulai menginput orderan, belanja ke pasar, sortir, pengemasan, pengiriman hingga urus tagihan,” imbuhnya.

Baca Juga: Sumbang Suara di OST “Jirisan”, Jin BTS Kembali Jadi Sorotan di Twitter

Konsep usaha yang ditawarkan adalah melayani belanja dan pengiriman bahan-bahan makanan langsung dari pasar tradisional ke rumah konsumen. Seperti sayur, ikan, daging, bumbu dapur, buah, sembako hingga jajan pasar. Harga sesuai dengan harga pasar. Promosi yang diberikan bebas ongkos kirim (ongkir) bagi konsumen yang bertransaksi minimal Rp 100 ribu, dan jarak rumah dari Pasar Karangayu maksimal 20 km.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

14 Pilihan Sistem Akuntansi Terbaik untuk Bisnis

Selasa, 7 Desember 2021 | 18:29 WIB

Faskes di Tanah Air Bisa Bersaing dengan Negara Maju

Kamis, 25 November 2021 | 14:25 WIB
X