AFPI Dukung Pemberantasan Pinjol Ilegal, Masyarakat Diimbau Bijak

- Jumat, 1 Oktober 2021 | 11:38 WIB
pinjol (foto ilustrasi: pikiran rakyat) (Antara)
pinjol (foto ilustrasi: pikiran rakyat) (Antara)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Seolah memanfaatkan kondisi perekonomian masyarakat yang masih terpuruk, perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal kian marak.

Pinjol ilegal ini menawarkan pinjaman cepat dengan sistem penagihan yang tidak beretika, yang belakangan semakin meresahkan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Adrian Gunadi mengatakan, keberadaan pinjol ilegal ini bukan hanya meresahkan masyarakat tapi juga membawa kerugian pada industri pinjaman cepat di Indonesia.

Kinerja dan kontribusi baik dari industri ini tercoreng karena hadirnya oknum pinjol yang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga: Organda Tanjung Emas Siap Dukung Program NLE, Siapkan Database Anggota

Karenanya AFPI sangat mendukung usaha semua pihak untuk memberantas keberadaan pinjol ilegal ini.

Sejauh ini, AFPI bersama OJK dan instansi lainnya seperti Kemenkominfo, Kepolisian dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), terus berkolaborasi untuk membatasi gerak dan memberantas perusahaan pinjaman ilegal yang merugikan masyarakat," kata Adrian

Tidak bisa dipungkiri kehadiran pinjaman cepat dan taktis bagi masyarakat Indonesia memiliki kontribusi yang signifikan dan positif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap dana taktis, terutama dalam kondisi darurat.

Hingga 31 Juli 2021, total penyaluran pinjaman fintech pendanaan telah mencapai Rp 236,47 Triliun kepada lebih dari 66 juta masyarakat Indonesia.

Baca Juga: James Bond 'No Time To Die', Kembalinya Daniel Craig Usai Cedera, Ini Fakta Menariknya Lainnya

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X