Dolar Tergelincir di Akhir Perdagangan Usai Tertekan Klaim Pengangguran Mingguan AS

- Jumat, 1 Oktober 2021 | 10:12 WIB
Dollar. (Pixabay)
Dollar. (Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Tekanan kenaikan klaim pengangguran mingguan AS membuat dolar tergelincir dari tertinggi satu tahun dalam perdagangan bergejolak pada akhir transaksi Kamis (Jumat pagi WIB).

Indeks dolar, yang mengukur mata uang AS terhadap sekeranjang enam rivalnya, mencapai 94,504, tertinggi sejak 28 September tahun lalu.

Terakhir indeks dolar turun 0,2 persen pada 94,199, di mana investor juga mengonsolidasikan keuntungan mereka setelah kenaikan tajam dalam beberapa sesi terakhir.

Greenback secara keseluruhan telah didukung oleh lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS di tengah ekspektasi Federal Reserve akan mengurangi stimulus moneternya mulai November bahkan ketika pertumbuhan global melambat.

Baca Juga: Tanpa Dibarengi Efisiensi Produksi, Kenaikan HPP Gula Hanya Solusi Sementara

Namun, data ekonomi pada Kamis, 30 September 2021, melemahkan sebagian kekuatan dolar.

Klaim pengangguran awal AS naik untuk minggu ketiga berturut-turut menjadi 362.000 untuk periode yang berakhir 25 September, data menunjukkan.

Ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan 335.000 permohonan tunjangan pengangguran untuk pekan terakhir.

Laporan lain mengkonfirmasi bahwa pertumbuhan ekonomi AS mengalami percepatan di kuartal kedua, pada laju 6,7 persen, berkat uang bantuan pandemi dari pemerintah, yang mendorong belanja konsumen.

Baca Juga: Pemerintah dan DPR Sepakat, RUU APBN 2022 Sah Menjadi Undang-Undang

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Program BI Religi Bantu Percepatan Vaksinasi Covid-19

Jumat, 3 Desember 2021 | 08:12 WIB
X