Harga Minyak Bervariasi Usai Laporan China Siap Memberi Lebih Banyak

- Jumat, 1 Oktober 2021 | 09:24 WIB
Ilustrasi kilang minyak (Terry McGraw from Pixabay)
Ilustrasi kilang minyak (Terry McGraw from Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Usai laporan China siap membeli lebih banyak dan pasokan energi, membuat harga minyak berjangka sedikit bervariasi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).

Untuk pengiriman November, minyak berjangka Brent terkikis 12 sen atau 0,2 persen, menjadi menetap di 78,52 dolar AS per barel.

Dalam periode yang sama minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS juga menguat 20 sen atau 0,3 persen, menjadi ditutup pada 75,03 dolar AS per barel.

Pada awal perdagangan sebelumnya, harga acuan kedua kontrak tersebut sempat jatuh lebih dari satu dolar AS per barel.

Baca Juga: Imbauan Satgas Covid untuk Daerah Level 1: Jangan Lengah dan Lalai

Untuk September, WTI melonjak 9,5 persen, sementara Brent meningkat 7,6 persen, berdasarkan kontrak bulan depan.

Kesiapan China membeli lebih banyak minyak, guna memenuhi permintaan yang meningkat mengimbangi tekanan harga dari kenaikan tak terduga dalam persediaan minyak mentah AS dan dolar yang lebih kuat.

"Berakhirnya (kontrak November) produk NYMEX dan minyak mentah Brent ... meningkatkan volatilitas," kata Jim Ritterbusch, Presiden Ritterbusch and Associates, di Galena, Illinois.

Sementara itu, Perdana Menteri China Li Keqiang mengatakan importir minyak mentah terbesar dunia dan konsumen nomor dua dunia itu, akan memastikan pasokan energi dan listrik dan akan menjaga operasi ekonomi dalam kisaran yang wajar.

Baca Juga: Muhammad Lutfi: di Tengah Upaya Pemulihan Ekonomi Nasional, Daya Saing UMKM Sangat Penting untuk Ditingkatkan

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hyundai Optimistis Creta Bisa Merajai Segmen SUV

Rabu, 1 Desember 2021 | 19:52 WIB
X