Harga Emas Melonjak Hampir 2 Persen, Imbas Jatuhnya Dolar

- Jumat, 1 Oktober 2021 | 08:24 WIB
ilustrasi emas (pixabay)
ilustrasi emas (pixabay)

CHICAGO, suaramerdeka.com - Jatuhnya dolar karena suramnya angka pekerjaan mingguan AS, membuat harga emas melonjak hampir dua persen pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).

Untuk pengiriman Desember, kontrak emas paling aktif di Divisi Comex New York Exchange, melambung 34,1 dolar AS atau 1,98 persen menjadi ditutup pada 1.757 dolar AS per ounce.

Selama September, emas anjlok sekitar 3,4 persen selama September dan turun 0,8 persen pada kuartal ketiga.

Penurunan baru-baru ini didorong oleh ekspektasi Federal Reserve akan segera mulai mengurangi dukungan ekonominya membuat emas mencatat penurunan bulanan dan kuartalan.

Baca Juga: Gibran Apresiasi Kehadiran GoTo UMKM Center, Hapus Kesan Angker Solo Technopark

Laporan Departemen Tenaga Kerja AS Kamis 30 September bahwa jumlah orang Amerika Serikat yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran mencapai 362.000 dalam pekan yang berakhir 25 September, meningkat 11.000 dari minggu sebelumnya sehingga memicu kekhawatiran pasar tenaga kerja melemah.

"Ini juga menyebabkan ketidakpastian tentang tapering Fed, karena mereka ingin pasar kerja yang kuat untuk mengumumkan tapering," kata konsultan independen Robin Bhar, menambahkan bahwa penundaan apa pun bisa positif untuk emas.

Emas juga "berjalan ke beberapa pembelian fisik baru, dengan beberapa investor mencari lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi, kenaikan inflasi," kata Bhar.

"Tetapi prospek yang meningkat untuk tapering Fed, yang secara luas diperkirakan akan dimulai pada November, dan peluang imbal hasil obligasi pemerintah terus meningkat, diperkirakan akan menambah lebih banyak tekanan pada emas dengan imbal hasil nol," kata Han Tan, kepala analis pasar di Exinity.

Baca Juga: PLN Perkuat Ketahanan Energi Nasional via Kolaborasi Penelitian Sektor Ketenagalistrikan

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hyundai Optimistis Creta Bisa Merajai Segmen SUV

Rabu, 1 Desember 2021 | 19:52 WIB
X