Supply Chain, Jadi Kunci Penting Pemulihan Akibat Pandemi

- Kamis, 30 September 2021 | 20:52 WIB
Kepala Bank Indonesia Jabar, Herawanto pada giat West Java Industrial Meeting (WJIM) 2021. (suaramerdeka.com/dok)
Kepala Bank Indonesia Jabar, Herawanto pada giat West Java Industrial Meeting (WJIM) 2021. (suaramerdeka.com/dok)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Supply Chain menjadi satu kunci penting dalam upaya akselerasi pemulihan akibat pandemi Covid-19, terutama dalam transformasi industri termasuk pengolahan.

Manajemen rantai pasok itu dinilai masih belum memiliki poisitoning yang optimal baik dalam local value chain maupun global value chain.

"Hal ini menjadi potensi yang dapat dikembangkan, termasuk menjadi peluang bagi perbankan nasional untuk mengambil peran dukungan pembiayaan," kata Kepala Bank Indonesia Jabar, Herawanto pada giat West Java Industrial Meeting (WJIM) 2021 bertajuk “Peran Transformasi Digital dan Pembiayaan dalam Industri menuju Akselerasi Pemulihan Ekonomi” di Bandung, Kamis, 30 September 2021.

Baca Juga: PON XX Papua: Atlet Wushu Jateng Masih Punya Harapan

Menurut dia, khusus pembiayaan itu menjadi urgensi mengingat pendekatan dan skema pembiayaan memang perlu menjadi perhatian perbankan dan lembaga keuangan, dengan memanfaatkan peluang pengembangan industri yang dituntut adaptif dengan perubahan gegara pandemi.

BI sendiri tengah mendorong peguatan supply chain industri tekstil sebagai produk unggulan provinsi tersebut melalui kehadiran material centre.

Program tersebut melibatkan Komite Pemulihan Ekonomi Daerah (KPED) Sub Divisi Manufaktur, Tenaga Kerja dan Luar Negeri, Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), dan OJK.

Baca Juga: Masyarakat Harus Pahami Potensi Risiko Munculnya Kasus Covid-19 Apabila Mobilitas Meningkat

Diharapkan kehadiran material centre itu mampu memberikan kemudahan akses bahan baku dan efisiensi jalur distribusi antara industri besar dengan industri kecil dan menengah (IKM) di sektor industri tekstil.

Langkah tersebut, katanya, tak terlepas dari dampak pandemi yang memang mendorong industri harus cepat berubah.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

X