Tanpa Dibarengi Efisiensi Produksi, Kenaikan HPP Gula Hanya Solusi Sementara

- Jumat, 1 Oktober 2021 | 09:00 WIB
Ilustrasi Gula (Freepik)
Ilustrasi Gula (Freepik)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Tanpa dibarengi peningkatan efisiensi produksi gula domestik, usaha memperbaiki kesejahteraan petani dengan menaikkan Harga Pokok Petani (HPP) gula hanya merupakan solusi sementara jika tidak

“Wacana untuk menaikkan HPP gula harus dibarengi dengan upaya untuk meningkatkan efisiensi sistem produksi gula domestik. Jika produksi mahal dan tidak efisien, kenaikan HPP hanya akan memberikan solusi sementara untuk kesejahteraan petani dan tidak menyelesaikan permasalahan yang lebih penting,” jelas Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Arumdriya Murwani.

Pemerintah sebaiknya membantu petani dalam menciptakan proses produksi gula yang lebih efisien untuk membantu meningkatkan kualitas gula yang dihasilkan.

Peningkatan kualitas gula akan memengaruhi daya saing, baik untuk diserap oleh pasar nasional maupun sebagai komoditas ekspor.

Baca Juga: GoTo UMKM Center Diresmikan, OJK: Ekonomi Masyarakat harus 'Digoyang'

Kenaikan HPP ini dituntut petani tebu berdasarkan pada perkembangan terbaru biaya pokok produksi (BPP) tebu di tingkat mereka.

Ketimbang harus terus menerus mengubah HPP untuk menyesuaikan dengan BPP, pemerintah sebaiknya fokus kepada restrukturisasi biaya produksi industri gula.

Industri gula nasional saat ini didukung oleh pabrik-pabrik yang sudah tua dan tidak memiliki skala keekonomian yang optimal untuk memproduksi gula dalam harga yang terjangkau.

Jadi, revitalisasi pabrik dan tindakan lain yang sifatnya membantu menurunkan biaya produksi industri gula harus lebih diutamakan.

Baca Juga: Curi Perhatian di Squid Game, Wi Ha Joon Akan Adu Akting dengan Lee Dong Wook

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hyundai Optimistis Creta Bisa Merajai Segmen SUV

Rabu, 1 Desember 2021 | 19:52 WIB
X