Bandara Soekarno-Hatta Batasi Kedatangan Penumpang Penerbangan Internasional

- Kamis, 30 September 2021 | 17:52 WIB
Untuk kedatangan internasional atau pelaku perjalanan luar negeri, pintu masuk hanya melalui dua bandara, yakni: Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta dan Bandara Sam Ratulangi di Manado.  (SANGALU/Haris Ladici)
Untuk kedatangan internasional atau pelaku perjalanan luar negeri, pintu masuk hanya melalui dua bandara, yakni: Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta dan Bandara Sam Ratulangi di Manado. (SANGALU/Haris Ladici)


JAKARTA, suaramerdeka.com - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto meminta seluruh badan usaha angkutan udara nasional dan perusahaan angkutan udara asing untuk membuat pengaturan penumpang datang dan pelaporan data pada penerbangan internasional di Bandar Udara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, guna menekan potensi penyebaran Covid-19 yang berlaku mulai 30 September 2021.

"Pengaturan ini sebagai bagian dari upaya mencegah masuknya varian virus baru Covid-19 ke Indonesia melalui transportasi udara.

Hal ini juga dimaksudkan agar tidak terjadi antrean pemeriksaan tes PCR dan memastikan kualitas hasil pemeriksaan serta pelaksanaan prosedur karantina berjalan maksimal, sehingga benar-benar setiap penumpang yang datang memenuhi ketentuan yang berlaku," kata Novie Riyanto dalam keterangannya yang dipantau di Jakarta, Kamis 30 September 2021.

Baca Juga: Vaksinasi Merdeka Candi di Wisma Haji Dempet, Pangdam TNI Minta Wilayah Aglomerasi Segera Dipercepat

Novie menjelaskan, kebijakan pengaturan dengan pembatasan kedatangan penumpang telah dilakukan di beberapa negara lain seperti di Australia, Filipina, dan Jepang dalam rangka menjaga dan mencegah penyebaran COVID-19.

“Kami meminta pengertian seluruh badan usaha angkutan udara nasional dan perusahaan angkutan udara asing untuk dapat melakukan pengaturan penumpang datang dan pelaporan data pada penerbangan internasional di Bandar Udara Soekarno-Hatta, dengan ketentuan dapat mengangkut penumpang (inbound traffic) maksimal 90 (sembilan puluh) orang per penerbangan.

Hal ini perlu dilakukan agar kita bisa melakukan pengawasan yang lebih ketat untuk mencegah masuknya varian virus baru COVID-19 ke Indonesia," ujarnya.

Ia menambahkan, para operator juga wajib menyerahkan data rencana kedatangan pesawat dan jumlah penumpang yang diangkut dengan rincian jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) dan/atau jumlah warga negara asing (WNA) sebelum pesawat berangkat dari bandara asal kepada Ketua Komite Fasilitas Bandar Udara, Komandan Satgas Udara, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan dan EGM Bandar Udara.

Baca Juga: Targetkan PPKM Level 2, Bupati Magelang Minta Percepatan Vaksinasi di Angka 70 Persen

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X