Persediaan Banyak, Harga Minyak Kembali Menurun Secara 2 Hari Berturut-turut

- Kamis, 30 September 2021 | 10:30 WIB
Kilang Minyak. (Dariusz Kopestynski from Pixabay)
Kilang Minyak. (Dariusz Kopestynski from Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Untuk dua hari secara berturut-turut, harga minyak tergelincir pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).

Harga minya tergelincir, menyusul lebih banyaknya persediaan minyak mentah AS karena naik, bahkan ketika OPEC berencana untuk mempertahankan pendekatan yang hati-hati untuk menambah pasokan ke pasar.

Untuk pengiriman November, minyak mentah berjangka Brent menurun 45 sen menjadi menetap di 78,64 dolar AS per barel, setelah menyentuh level 80 dolar AS pada Selasa 28 September 2021

Dalam periode yang sama, harga minyak berjangka West Texas Intermediate (WTI) melemah 46 sen menjadi ditutup di 74,83 dolar AS per barel.

Baca Juga: Dokter: Tukul Arwana Harus Lewati Masa Akut Selama 21 Hari

Rebound dalam produksi membuat persediaan minyak mentah AS naik 4,6 juta barel pekan lalu, melebihi ekspektasi yang didorong fasilitas lepas pantai yang ditutup setelah dihantam dua badai Teluk AS kembali melanjutkan aktivitasnya.

Pasar juga tertekan oleh penguatan dolar AS, yang mencapai level tertinggi satu tahun terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya.

Karena minyak ditransaksikan dalam dolar, penguatan mata uang AS membuat komoditas itu lebih mahal di seluruh dunia.

Harga minyak telah menguat karena ekonomi pulih dari penguncian pandemi dan permintaan bahan bakar meningkat, sementara beberapa negara produsen telah melihat gangguan pasokan.

Baca Juga: Dolar Melonjak ke Level Tertinggi Usai Ekspektasi Pengurangan Pembelian Aset Meningkat

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X