Dolar Melonjak ke Level Tertinggi Usai Ekspektasi Pengurangan Pembelian Aset Meningkat

- Kamis, 30 September 2021 | 09:24 WIB
Dollar. (Pixabay)
Dollar. (Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Meningkatnya ekspektasi pengurangan pembelian aset atau tapering Federal Reserve AS membuat dolar AS kembali melonjak ke level tertinggi satu tahun terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).

Kenaikan juga ditunjukkan indeks dolar, yang mengukur mata uang AS terhadap sekeranjang enam mata uang utama saingannya, untuk hari keempat berturut-turut, menjadi 94,435, tertinggi sejak akhir September tahun lalu.

Indeks dolar terakhir naik 0,7 persen pada 94,404, sementara tapering Federal Reserve AS akan dimulai November dan kenaikan suku bunga mungkin pada akhir 2022.

Meskipun ada kebuntuan di Washington atas plafon utang AS yang mengancam akan menjerumuskan pemerintah ke dalam penutupan, Greenback masih bernasib baik.

Baca Juga: Indonesia Berkomitmen Jaga Kelestarian Sumber Daya Air

Dalam beberapa hari terakhir, mata uang cadangan terbesar itu menguat karena investor malah fokus pada kekhawatiran perlambatan global, kenaikan harga energi dan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi.

Disebutkan, pedagang juga khawatir bahwa The Fed akan mulai menarik dukungan kebijakan saat pertumbuhan global melambat.

"Fed telah mengisyaratkan percepatan memulai normalisasi kebijakan moneter," Kit Juckes, ahli strategi makro di Societe Generale, menulis dalam catatan penelitian terbarunya.

Untuk mata uang lain, euro juga jatuh di bawah level 1,16 dolar, terendah sejak akhir Juli 2020, setelah terakhir diperdagangkan turun 0,8 persen menjadi 1,1592 dolar.

Baca Juga: PLN Rampungkan GIS Pertama di NTB, Siap Dukung Gelaran MotoGP 2022

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X