Harga Emas Jatuh ke Level Terendah, Tertekan Reli Kenaikan Dolar

- Kamis, 30 September 2021 | 08:12 WIB
ilustrasi emas. (pixabay)
ilustrasi emas. (pixabay)

CHICAGO, suaramerdeak.com - Reli kenaikan dolar membuat harga emas kembali berakhir lebih rendah pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB), jatuh ke level terendah dalam tujuh minggu tertekan.

Penurunan harga emas juga disebabkan ekspektasi bawa Federal Reserve AS dapat segera mulai mengurangi langkah-langkah dukungan ekonominya.

Untuk pengiriman kontrak emas paling aktif di divisi Comex New York Exchange, merosot 14,6 dolar AS atau 0,84 persen menjadi ditutup pada 1.722,90 dolar AS per ounce.

Selasa 28 September 2021, harga emas berjangka juga jatuh 14,5 dolar AS atau 0,83 persen menjadi 1.737,50 dolar AS.

Baca Juga: Azis Syamsuddin Mundur Sebagai Wakil Ketua DPR, Golkar Tunjuk Lodewijk Sebagai Calon Pengganti

Sebelumnya, emas berjangka naik tipis 0,3 dolar AS atau 0,02 persen menjadi 1.752 dolar AS pada Senin. 27 September 2021.

Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals menyebut kenaikan emas terkena pembatsan apresiasi dolar sehingga logam mulia tersebut lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

"(Jika) pasar saham menjadi tidak stabil lagi, emas dapat melihat permintaan safe-haven yang lebih baik memasuki bulan Oktober yang penuh gejolak secara historis," tambah Wyckoff.

Dolar, "safe haven" alternatif, menguat ke level tertinggi satu tahun terhadap mata uang saingannya, meskipun kebuntuan di Washington atas plafon utang AS mengancam akan menjerumuskan pemerintah ke dalam penutupan.

Baca Juga: Pimpinan OPD Kebumen Teken Pakta Integritas Ciptakan Pemerintahan Bersih dari Korupsi

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hyundai Optimistis Creta Bisa Merajai Segmen SUV

Rabu, 1 Desember 2021 | 19:52 WIB
X