Harga Emas Turun Tajam Capai Level Terendah Usai Penguatan Dolar dan Melonjaknya Imbal Obliasi

- Rabu, 29 September 2021 | 08:48 WIB
ilustrasi emas (pixabay)
ilustrasi emas (pixabay)

CHICAGO, suaramerdea.com - Penguatan dolar dan melonjaknya imbal hasil obligasi pemerintah AS membuat, harga emas turun tajam mencapai level terendah tujuh minggu pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB),

Untuk pengiriman Desember, kontrak emas paling aktif di divisi Comex New York Exchange, jatuh 14,5 dolar AS atau 0,83 persen menjadi ditutup pada 1.737,50 dolar AS per ounce.

Kenaikan tipis diperlihatkan emas berjangka sebesar 0,3 dolar AS atau 0,02 persen menjadi 1.752 dolar AS, sehari sebelumnya.

Emas berjangka juga sedikit menguat 1,9 dolar AS atau 0,11 persen menjadi 1.751,70 dolar AS pada Jumat lalu, setelah anjlok 29 dolar AS atau 1,63 persen menjadi 1.749,80 dolar AS.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Mingguan Turun 20 Kali Lipat, Prof WIku: Indonesia Siap Fokus Menuju Endemik

Sebelumnya emas sempay menguat 0,6 dolar AS atau 0,03 persen menjadi 1.778,80 dolar AS pada Rabu 22 September 2021.

Melonjaknya obligasi dan penguatan dolar terjadi, di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve yang lebih cepat dari perkiraan.

"Plot titik yang ditetapkan oleh anggota FOMC (Komite Pasar Terbuka Federal) menandakan kenaikan suku bunga Fed yang lebih awal dari perkiraan, dan pergerakan yang lebih tinggi melintasi kurva imbal hasil terus berdampak negatif pada emas," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities.

Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Baca Juga: RUU APBN 2022, Pemerintah dan Banggar DPR Sepakat Membahas ke Rapat Paripurna

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Harga Emas Naik di Tengah Kekhawatiran Inflasi AS

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 08:48 WIB

Tekan Biaya Operasional Logistik dengan Dexlite

Kamis, 21 Oktober 2021 | 19:24 WIB
X