Harga Emas Nyaris Tak Berubah, Dibatasi Penguatan Dolar dan Imbal Hasil Obligasi AS

- Selasa, 28 September 2021 | 08:48 WIB
ilustrasi emas. (pixabay)
ilustrasi emas. (pixabay)

CHICAGO, suaramerdeka.com - Lantaran kenaikan dibatasi menguatnya dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi membuat harga emas nyaris tak berubah pada akhir perdagangan yang fluktuatif pada Senin (Selasa pagi WIB),

Untuk pengiriman Desember, kontrak emas paling aktif di divisi Comex New York Exchange, naik tipis 0,3 dolar AS atau 0,02 persen, menjadi ditutup pada 1.752 dolar AS per ounce.

Sebelumnya, emas berjangka juga sedikit menguat 1,9 dolar AS atau 0,11 persen menjadi 1.751,70 dolar AS pada Akhir pekan lalu, Jumat September 2021.

Kamis 23 September 2021, emas berjangka juga anjlok 29 dolar AS atau 1,63 persen menjadi 1.749,80 dolar AS, setelah menguat 0,6 dolar AS atau 0,03 persen menjadi 1.778,80 dolar AS pada Rabu 22 September 2021.

Baca Juga: Wujud Kepedulian, Iwapi Fokus untuk Kegiatan Sosial Selama Pandemi

Harga emas juga melonjak 14,4 dolar AS atau 0,82 persen menjadi 1.778,20 dolar AS pada Selasa 21 September 2021.

Selain itu, investor masih menunggu pidato dari para pembuat kebijakan Federal Reserve untuk petunjuk lebih lanjut tentang strategi tapering.

“Kami masih memiliki beberapa kekhawatiran di luar sana yang menjaga tawaran safe haven tetap hidup saat turun. Tetapi kami terus melihat dolar membuat keuntungan dan menjaga sedikit tekanan pada kompleks komoditas, terutama emas,” kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Emas sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi, tetapi kenaikan suku bunga Fed akan meningkatkan peluang kerugian memegang emas, yang tidak membayar bunga.

Baca Juga: Hari Bhakti Postel, 7 Karyawan TelkomGroup Dianugerahi Tanda Kehormatan Satyalancana

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X