Taj Yasin: Sektor Wisata Halal Harus Diiringi Ketersediaan SDM Kuasai Bahasa Arab

- Senin, 27 September 2021 | 14:07 WIB
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, saat memberi sambutan secara virtual, pada Pertemuan Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa Arab se-Jawa Tengah, dan Kompetensi Bahasa Arab Nasional ke-4 Tingkat Provinsi Jawa Tengah (suaramerdeka.com/dok)
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, saat memberi sambutan secara virtual, pada Pertemuan Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa Arab se-Jawa Tengah, dan Kompetensi Bahasa Arab Nasional ke-4 Tingkat Provinsi Jawa Tengah (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maiomen menilai upaya menggiatkan sektor wisata halal ini perlu diiringi dengan ketersediaan SDM yang menguasai Bahasa Arab.

Menurutnya selama ini, bahasa menjadi salah satu kendala terbesar dalam menyiapkan konsep wisata halal.

“Pemprov Jateng juga mendorong wisata halal. Wisata halal tentu segmennya orang Islam yang banyak berasal dari negara Timur Tengah,” tutur Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, saat memberi sambutan secara virtual, pada Pertemuan Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa Arab se-Jawa Tengah, dan Kompetensi Bahasa Arab Nasional ke-4 Tingkat Provinsi Jawa Tengah, baru-baru ini, seperti dikutip dari laman jatengprov.go.id.

Gus Yasin, sapaan akrabnya menambahkan, wisatawan yang berasal dari Asia Barat, seperti Uni Emirat Arab, Turki, dan Yaman, membutuhkan pemandu bahasa Arab.

Keberadaan pemandu, akan membuat mereka merasa nyaman berwisata di Jawa Tengah.

Baca Juga: Udinus Resmi Melantik Mahasiswa Baru dari Seluruh Provinsi Indonesia

“Saya berharap pendidikan bahasa Arab tidak hanya diberikan di pondok pesantren atau lembaga-lembaga pendidikan formal. Tetapi juga di pendidikan informal. Misalnya di tempat kursus,” ungkapnya.

Ketua Dewan Pengurus Daerah Ittihad Mudarrisi Al-Lughah Al-Arabiyah (IMLA) Indonesia Jawa Tengah, Suja’i mengungkapkan bahasa Arab sebaiknya tidak hanya dijadikan sebagai bahasa Al-Qur’an dan hadist. Tetapi dijadikan bahasa yang memenuhi kepentingan manusia.

Kepentingan yang dimaksud, lanjutnya, salah satunya pemanfaatan bahasa Arab untuk mendukung sektor ekonomi, seperti wisata halal.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X