Seperti Jagung, Produktivitas Beras Dapat Ditingkatkan Lewat Benih Padi Hibrida

- Senin, 27 September 2021 | 08:00 WIB
Ilustrasi para petani sedang memanen padi (foto / dok Kagama.co)
Ilustrasi para petani sedang memanen padi (foto / dok Kagama.co)

JAKARTA, suaraemerdeka.com - Adopsi benih jagung hibrida lebih tinggi daripada benih padi hibrida, yang dapat terlihat dari capaian produktivitas jagung yang lebih tinggi daripada produktivitas beras.

Padahal adopsi benih padi hibrida diharapkan mampu menjadi salah satu solusi peningkatan produktivitas beras pertanian nasional.

Statistik menunjukkan produktivitas padi berada di angka 5 ton per hektare gabah kering giling per hektare di 2019.

Sementara itu, produktivitas jagung menunjukkan tren yang meningkat dengan capaian 5,5 ton pipilan kering per hektar pada tahun yang sama.

Baca Juga: PON XX Papua: Bola Voli Jateng Targetkan Dua Emas

“Belajar dari kesuksesan peningkatan produktivitas tanaman jagung, salah satu upaya yang dapat dilakukan pemerintah untuk mendorong produktivitas tanaman padi adalah dengan meningkatkan skala penggunaan varietas unggul, khususnya padi jenis hibrida. Hingga saat ini tingkat penerimaan petani terhadap benih padi hibrida masih sangat rendah,” jelas Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Aditya Alta.

Ketimpangan produktivitas padi dan jagung antar wilayah Jawa dan luar Jawa juga merupakan isu yang penting untuk diselesaikan dalam upaya meningkatkan produktivitas nasional.

Produktivitas padi dan jagung di luar Jawa lebih rendah masing-masing sekitar 23 persen dan 13 persen dibanding di Jawa.

Karena itu, peningkatan produktivitas lahan dan petani di luar Jawa, terutama di wilayah dengan produktivitas relatif rendah, harus menjadi fokus perhatian pemerintah.

Baca Juga: MPL ID Season 8: Bermain Sabar, Onic Tundukkan Evos 2-0

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hendi Dukung UMKM Naik Kelas Lewat Desain Kemasan

Senin, 25 Oktober 2021 | 17:47 WIB
X