Dolar Bersiap Menguat untuk 3 Minggu Beruntun, Menyusul Ketidakpastian Evergrande

- Sabtu, 25 September 2021 | 10:24 WIB
Dollar. (Pixabay)
Dollar. (Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Untuk minggu ketiga berturut-turut, dolar AS bersiap menguat pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya.

Penguatan dolar tak lepas dari ketidakpastian atas pengembang properti China Evergrande yang terlilit utang membantu greenback bangkit kembali dari penurunan tajam di sesi sebelumnya.

China Evergrande Group berutang 305 miliar dolar AS dan kekurangan uang tunai, melewatkan tenggat waktu untuk membayar 83,5 juta dolar AS kupon bunga dan membuat investor mempertanyakan apakah mereka akan melakukan pembayaran sebelum masa tenggang 30 hari berakhir.

Risiko sistemik terhadap sistem keuangan China pun terjadi menyusul runtuhnya perusahaan tersebut.

Baca Juga: PGRI Minta Seleksi Guru PPPK 2021 Ditinjau Ulang, Begini Pernyataan Sikapnya

Kenaikan ditunjukkan indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya sebesar 0,237 persen, dengan euro turun 0,2 persen menjadi 1,1713 dolar.

Beijing menyuntikkan uang tunai baru ke dalam sistem keuangan membuat mata uang aman dolar mengalami persentase penurunan satu hari terbesar dalam sekitar satu bulan pada Kamis 23 September 2021.

Sementara, Evergrande mengumumkan akan melakukan pembayaran bunga pada obligasi dalam negeri, sehingga meningkatkan sentimen risiko.

Yuan China di pasar luar negeri melemah terhadap greenback pada 6,4641 per dolar.

Baca Juga: Jelang Liga 2, AHHA PS Pati FC Rilis Jersey Baru

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPR Danamon Raih Properti Indonesia Award 2021

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 19:12 WIB
X