Pelemahan Dolar dan Investor Hindari Aset Evergrande Membuat Harga Emas Sedikit Lebih Tinggi

- Sabtu, 25 September 2021 | 08:12 WIB
ilustrasi emas (pixabay)
ilustrasi emas (pixabay)

CHICAGO, suaramerdeka.com - Pelemahan dolar dan investor masih menghindari aset-aset berisiko ketika krisis Evergrande China masih berlanjut, membuat harga emas sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB)

Untuk pengiriman Desember, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, naik tipis 1,9 dolar AS atau 0,11 persen, menjadi ditutup pada 1,751,70 dolar AS per ounce.

Sehari sebelumnya, Kamis 23 September 2021, emas berjangka anjlok 29 dolar AS atau 1,63 persen menjadi 1.749,80 dolar AS, penyelesaian kontrak terendah dalam lebih dari enam minggu.

Sebelumnya, emas berjangka menguat 0,6 dolar AS atau 0,03 persen menjadi 1.778,80 dolar AS usai melonjak 14,4 dolar AS atau 0,82 persen menjadi 1.778,20 dolar AS pada Selasa, 21 September, dan terangkat 12,40 dolar AS atau 0,71 persen menjadi 1.763,80 dolar AS, awal pekan ini.

Baca Juga: Arisan Online Bodong di Salatiga, Begini Modus RA Jerat Korbannya

Kenaikan emas itu berpotensi melambat seiring bayang-bayang kenaikan suku bunga.

Meskipun emas memulihkan beberapa kerugiannya setelah penurunan 1,63 persen pada Kamis 23 September 2021, analis OANDA Craig Erlam memperkirakan emas akan melemah lagi.

"Kita akan melihat kelanjutan dari tren penurunan yang didorong oleh sikap The Fed, terutama karena beberapa kekhawatiran seputar Evergrande telah mereda," katanya.

Harga emas turun ke level terendah satu bulan pada Kamis, 23 September 2021 di tengah ekspektasi Federal Reserve AS dapat menaikkan suku bunganya.

Baca Juga: Dikembangkan, Si Bulan Siap Gandeng Faskes Luar Kota Magelang

Melemahnya indeks dolar pada Jumat 24 September menawarkan dukungan, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

"The Fed telah mengumumkan bahwa tapering sudah di depan, langkah selanjutnya adalah kapan diterapkan, itu akan mendorong suku bunga riil lebih jauh lagi, dan itu akan menjadi negatif untuk emas," kata analis UBS Giovanni Staunovo. Ia menambahkan hal itu akan menyebabkan volatilitas hari ke hari.

Untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 25,4 sen atau 1,12 persen, menjadi ditutup pada 22,425 dolar AS per ounce.

Kemudian, platinum untuk pengiriman Oktober turun 17,1 dolar AS atau 1,72 persen menjadi ditutup pada 979,9 dolar AS per ounce.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hyundai Optimistis Creta Bisa Merajai Segmen SUV

Rabu, 1 Desember 2021 | 19:52 WIB
X