OJK Longgarkan Penyaluran Kredit

- Jumat, 13 Maret 2020 | 17:45 WIB
PEKAN QRIS : Bank Indonesia menggelar pekan QRIS Nasional 2020 di kampus UNS Solo. (suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)
PEKAN QRIS : Bank Indonesia menggelar pekan QRIS Nasional 2020 di kampus UNS Solo. (suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)

SOLO, suaramerdeka.com -  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melonggarkan ketentuan penyaluran kredit bagi para nasabah untuk memberi keringanan akibat dampak virus korona (Covid 19). Dari tiga syarat OJK hanya mempertimbangkan satu syarat.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan dari tiga syarat yang mestinya diberlakukan dalam kolektivitas penyaluran kredit sesuai regulasi, yakni prospek usaha, kinerja debitur dan kemampuan bayar debitur, OJK hanya memperhitungkan ketepatan membayar.

Sedang ketentuan lainnya dikesampingkan. Prospek usaha tidak perlu jadi pertimbangan NPL (non performing loan). Kalau neracanya jeblok, bisa dikesampingkan dan tidak jadi pertimbangan dulu.

”Bayar dulu saja, bayarnya boleh dari mana saja. Kalau perlu utang keluarganya dulu,” kata Wimboh Santoso usai meresmikan Pusat Unggulan Iptek (PUI) Center for Fintech and Banking di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Kamis (12/3).

Fintech Center di UNS menjadi yang pertama diresmikan di luar OJK. Di kampus tersebut juga digelar "Pekan QRIS Nasional 2020" yang diselenggarakan Bank Indonesia dan melibatkan berbagai merchand.

Wimboh mengatakan, selain kemudahan mendapatkan pembiayaan, OJK memberi kemudahan dalam pembayaran pembiayaan bagi para debitur, terutama kredit bermasalah. Kemudahan itu khususnya diberikan bagi para pelaku bisnis pariwisata.

Alasannya pariwisata merupakan sektor yang paling merasakan dampak pandemi korona. Meski banyak sektor lainnya juga terdampak.

Menurut dia, relaksasi itu hanya berlaku untuk kredit dengan plafon maksimal Rp 10 miliar. Di atas itu, OJK memberi kemudahan restrukturisasi bagi debitur. ”Kalau yang besar mending direstrukturisasi saja. Tinggal dikasih lending agar nafasnya lebih panjang," katanya.

Namun sampai saat ini, menurut Wimboh, belum ada kredit macet atau NPL akibat virus korona. Kendati demikian OJK tetap mengupayakan tindakan preventif. "Supaya mereka bisa bernapas lebih panjang hingga wabah korona ini selesai,” katanya.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

X