Simplifikasi Tier Cukai Bukan Penyederhanaan, Namun Pengurangan Golongan Tembakau

- Sabtu, 25 September 2021 | 06:45 WIB
Kenaikan tarif cukai hasil tembakau alias cukai rokok pada 2022 menyulitkan para petani tembakau dan cengkih.  (istimewa)
Kenaikan tarif cukai hasil tembakau alias cukai rokok pada 2022 menyulitkan para petani tembakau dan cengkih. (istimewa)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Simplifikasi tier cukai rokok yang dikampanyekan salah satu perusahaan rokok besar kepada berbagai instansi pemerintah khususnya kementerian keuangan, bukan lagi penyederhanaan cukai rokok.

Tapi pengurangan golongan tembakau, bahkan penghilangan pabrik-pabrik rokok kecil dan menengah.

Kelak kalau simplifikasi rokok dibiarkan terus terjadi tidak tertutup kemungkinan pabrik atau perusahaan rokok yang tersisa di Indonesia, hanya tinggal tiga bahkan hanya ada satu.

Industri rokok atau tembakau nasional nasibnya akan sama dengan industri garam. Yang berjaya adalah garam impor.

Baca Juga: PGRI Tagih Janji Pemerintah, Pengangkatan 1 Juta Guru di Daerah

Pendapat itu disampaikan Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat (APTI NTB) Sahminudin

“Penyebutan simplifikasi tier cukai rokok itu adalah pembodohan dan pembohongan. Dari 10 golongan rokok dihilangkan menjadi 4. Jadi yang sebernanya terjadi, itu bukan simplifikasi tapi pengurangan atau penghilangan golongan rokok. Bahkan upaya mematikan industri rokok di tanah air,” tegas Ketua APTI NTB Sahminudin.

Menurut Sahminudin Pemerintah khususnya Menkeu menyetujui simplifikasi yang disodorkan perusahaan rokok asing karena bagian dari konspirasi FCTC (Framework convention tobacco control), konvensi untuk mematikan industri rokok di tanah air. Nanti digantikan oleh rokok import.

“Industri rokok di tanah air mau dimatikan, petani dan buruh rokok akan kehilangan lapangan pekerjaan, lewat simplifikasi, masak didukung pemerintah? Kita harus berpikir Panjang ke depan, untuk melindungi nasib dan masa depan petani tembakau dan cengkih juga buruh buruh yang bekerja di industri rokok dan tambekau, “ tegas Sahminudin.

Baca Juga: Ponpes Tidak Ingin Ada Intervensi Berlebih dari Pemerintah

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Harga Emas Naik di Tengah Kekhawatiran Inflasi AS

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 08:48 WIB

Tekan Biaya Operasional Logistik dengan Dexlite

Kamis, 21 Oktober 2021 | 19:24 WIB
X