Program Wirausaha Maju Berhasil Beri Pelatihan 11.325 Pelaku UMKM Se-Pulau Jawa

- Jumat, 24 September 2021 | 11:48 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat memantau di salah satu lokasi binaan UMKM usaha di Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta. (suaramerdeka.com / dok)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat memantau di salah satu lokasi binaan UMKM usaha di Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta. (suaramerdeka.com / dok)

SOLO, suaramerdeka.com - Kementerian Perekonomian mempunyai program Wirausaha Maju dan memiliki kelompok pemberdayaan masyarakat yakni UMKM usaha.

Melalui Program Wirausaha Maju, UMKM usaha telah berhasil memberikan pelatihan kepada 11.325 pelaku UMKM dari 28 Kabupaten/Kota se-Pulau Jawa.

Untuk Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sendiri sudah 2.080 pelaku UMKM berhasil diberikan pelatihan.

Hal itu diutarakan Menko Airlangga saat memantau di salah satu lokasi binaan UMKM usaha di Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, Kamis, 23 September 2021.

Baca Juga: Tempat Wisata Membludak Usai Kasus Covid Melandai, Ketua Satgas IDI: Revenge Travel ini Harus Diwaspadai

"UMKM usaha mengajak masyarakat untuk membangun ekonomi Indonesia dimulai dari lingkungan terkecil mereka, yaitu dengan berbelanja di UMKM atau warung tetangga mereka sendiri."

"Untuk itu, UMKM usaha berfokus untuk melatih UMKM-UMKM rumahan yang dekat dengan masyarakat dan terdampak langsung pandemi Covid-19, melalui program Wirausaha Maju,” tuturnya.

Airlangga menambahkan pada gelombang pertama ini, pelaku usaha mikro diberi pelatihan pengelolaan usaha secara lebih baik.

Materi pelatihan yang diberikan antara lain mengenai dasar-dasar sikap dan pola pikir kewirausahaan secara umum mencakup konsumen atau pelanggan, sales atau profit, dan tema yang lain, kemudian kiat-kiat membuka usaha dan memasarkan produk.

Baca Juga: Kinerja APBN Membaik, Menkeu Sebut Pemulihan Ekonomi Juga Ikut Terdampak

Ada pula program usaha Borong Usaha, yaitu program bantuan untuk usaha mikro yang membutuhkan, berupa pembelian produk.

Produk yang dibeli bisa digunakan untuk kegiatan sosial, misalnya dibagikan pada masyarakat secara gratis, atau dikirimkan ke warga yang lakukan isolasi mandiri.

“Disampaikan UMKM usaha juga telah memiliki aplikasi bernama Wirausaha sebagai salah satu cara memantau proses bisnis pelaku UMKM yang telah dilatih."

"Pelatihan adalah hal terpenting untuk menambah kemampuan dan nanti akan juga diberi bantuan pendampingan."

"Di sini perbankan siap mendorong, apalagi rata-rata pengusaha UMKM (di Jayengan) ini sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun,” kata Menko Airlangga.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ganjar Melapak, UMKM Kembali Tersenyum

Sabtu, 20 November 2021 | 11:24 WIB

32.620 Debitur di Magelang Terima Pinjaman Ultra Mikro

Minggu, 14 November 2021 | 21:30 WIB

40 UMKM di Demak Dilatih Siap Masuk Pasar Ekspor

Kamis, 28 Oktober 2021 | 20:17 WIB
X