PLN Rampungkan Kabel Listrik Bawah Laut Sumatera-Bangka Akhir 2021, Investasi Rp 1,9 Triliun

- Jumat, 24 September 2021 | 09:36 WIB
Proyek kabel listrik bawah laut Sumatera-Bangka milik PLN. (suaramerdeka.com / dok)
Proyek kabel listrik bawah laut Sumatera-Bangka milik PLN. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - PT PLN (Persero) menargetkan sistem kelistrikan Sumatera dan Bangka bakal terhubung kabel listrik bawah laut pada Desember 2021.

Dengan terhubungnya dua sistem kelistrikan PLN tersebut akan menghemat biaya operasi mencapai Rp 1,4 triliun serta menghentikan pengoperasian sebanyak 5 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) sebesar 65 megawatt (MW).

Kemudian akan bermanfaat terhadap peningkatkan efisiensi penggunaan BBM sebesar 186 juta liter dan menekan emisi sebesar lebih dari 221 ribu ton CO2 per tahunnya.

Terpenting, pasokan listrik di Bangka bakal semakin andal, di mana saat ini total daya mampu pembangkitnya mencapai 187,7 megawatt (MW), dengan beban puncak 174,9 MW.

Baca Juga: Pandemi, Banyak Teman Penyandang Tuli Kehilangan Rezeki, Sulit Cari Pekerjaan Lagi

Pulau Bangka akan mendapat tambahan pasokan listrik sekitar 109 MVA dari kabel listrik bawah laut sepanjang 36 kilometer sirkuit (kms) tersebut.

"Untuk menghubungkan dua sistem kelistrikan ini, investasinya sekitar Rp 1,9 triliun,"ungkap Direktur Mega Proyek dan EBT, Wiluyo Kusdwiharto.

Tak hanya meningkatkan keandalan, keberadaan kabel listrik tersebut akan memangkas biaya pokok produksi (BPP) di Bangka.

Sebab listrik dari pembangkit-pembangkit berbiaya murah di Sumatera dapat disalurkan ke Pulau Bangka.

Dari total kapasitas pembangkit 248 MW, saat ini pasokan listrik di Bangka masih didominasi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X