Pandemi, Banyak Teman Penyandang Tuli Kehilangan Rezeki, Sulit Cari Pekerjaan Lagi

- Kamis, 23 September 2021 | 19:59 WIB
Konferensi pers tentang pelatihan bisnis bagi para penyandang tuna rungu yang diselenggarakan Shopee dan Gerkatin Solo di Kampus Shopee Ekspor Solo, Kamis 23 September 2021 (suaramerdeka.com/dok)
Konferensi pers tentang pelatihan bisnis bagi para penyandang tuna rungu yang diselenggarakan Shopee dan Gerkatin Solo di Kampus Shopee Ekspor Solo, Kamis 23 September 2021 (suaramerdeka.com/dok)

 

SOLO, suaramerdeka.com - Pandemi Covid-19 yang melanda Tanah Air sejak awal 2020 membuat sejumlah orang kehilangan pekerjaan termasuk kelompok difabel.

Di tahun 2020, menurut catatan Kementerian Ketenagakerjaan, jumlah pengangguran terbuka kelompok difabel di Indonesia mencapai 247.000 orang atau TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) sebesar 3 persen.

Keterbatasan pengetahuan dan sulitnya mendapat akses pada informasi menjadi kendala terbesar bagi kelompok difabel, termasuk penyandang cacat tuli, untuk bisa mandiri di tengah pandemi.

Baca Juga: Target Rampung Akhir Tahun 2021, Pemkot Tancap Gas Selesaikan Pembangunan Jembatan Kaca Tinjomoyo

Salah satu penyandang tuli, Indira Maritha mengatakan, sebagian dari teman tuli-nya telah dirumahkan dari tempat bekerja dan hingga kini kesulitan mendapatkan pekerjaan pengganti.

Banyak di antara mereka mencoba membuka usaha, namun, banyak kendala dihadapi. Informasi seputar bisnis online juga masih terbatas dan sulit untuk dipelajari. Karena itu, pihaknya merasa senang saat tahu ada kesempatan untuk belajar dari Shopee.

"Pelatihan ini pasti akan jadi bahan diskusi juga antar teman teman tuli, di mana kami bisa bertukar pikiran untuk memberikan ide untuk satu sama lain juga. Materi materi yang diberikan bisa kami realisasikan menjadi rencana bisnis yang solid,” paparnya.

Baca Juga: Lovers of The Red Sky jadi Trending, Suguhkan Kisah Romansa Cinta Segitiga Masa Dinasti Joseon

Ya, melihat persoalan itu, Shopee mencoba memberi solusi dengan menggandeng komunitas Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Kota Surakarta, Shopee memberi pelatihan bagi para penyandang tuli.

Tujuan pelatihan memperkenalkan para teman tuli akan dasar-dasar bisnis online guna meningkatkan pemahaman mereka menuju kemandirian ekonomi. Pelatihan di Kampus UMKM Ekspor Solo yang telah dibuka sejak Mei 2021 lalu.

"Saat berdialog dengan Gerkatin, kami menemukan fakta banyak teman tuli kehilangan pekerjaan selama pandemi dan masih belum paham tentang bisnis online, padahal ada banyak kesempatan yang bisa mereka ciptakan di tengah era digital ini," kata Head of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira dalam siaran pers, Kamis 23 September 2021

Baca Juga: Truk Hantam Honda Astrea, Warga Bandaharjo Ungaran Barat Tewas Seketika

Ketua DPC Gerkatin Kota Surakarta, Galih Saputro menambahkan, kurangnya kesempatan bagi kelompok difabel untuk bisa mandiri secara ekonomi merupakan masalah yang masih dihadapi di Indonesia, terutama di tengah pandemi.

Karena itu, pihaknya menyambut baik program pelatihan itu dan berharap bisa menambah wawasan dan ketertarikan teman tuli Solo untuk memulai bisnis digital.

"Pelatihan yang diberikan oleh Shopee kami lihat sebuah langkah awal yang sangat baik untuk meningkatkan ketertarikan dan pemahaman teman tuli akan bisnis digital yang dewasa ini kian berkembang."

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Faskes di Tanah Air Bisa Bersaing dengan Negara Maju

Kamis, 25 November 2021 | 14:25 WIB

4 Smartphone Realme Diperkenalkan di Yogyakarta

Rabu, 10 November 2021 | 17:43 WIB
X