Naik Kelas, UMKM Perlu Mulai Pertimbangkan Green Economy

- Kamis, 23 September 2021 | 16:36 WIB
UMKM (Hendra Setiawan)
UMKM (Hendra Setiawan)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Produk UMKM yang mengimplementasikan green economy dinilai mempunyai nilai tambah terutama terhadap keberadaan produk sehingga bisa membuka akses lebih terhadap pasar.

"Bisa naik kelas, dengan ekspor. Karena ketika sebuah produk mengusung labelnya adalah green economy, pricingnya akan lebih baik," kata Kepala Bank Indonesia Jabar, Herawanto pada saat showcasing Karya Kreatif Indonesia (KKI) Jabar bertajuk “Green Growth Economy: Lestari Alamku, Lestari Bisnisku” di Bandung, Kamis 23 September 2021.

Pihaknya tak menampik bahwa untuk menjadi karakteristik UMKM seperti itu tidak-lah gampang.

Pasalnya, langkah itu di antaranya membutuhkan sentuhan teknologi di samping daya kreativitas yang tinggi.

Baca Juga: Siaran Langsung Instagram, Taeyong NCT Heboh Ngomong Sayang, Fans Dibikin Ambyar

Tak bisa dilupakan, kata Hera, adalah pembiayaan. Karena itu, dia mengingatkan urgensi kolaborasi dan sinergi guna menjadikan pelaku UMKM bisa tampil beda di antaranya pelaku usaha yang sama lainnya.

"Kita perlu menggandeng perbankan, karena ini memang membutuhkan biaya, kita juga perlu membuka jalan bagi mereka untuk bisa menginjak pasar ekspor, butuh agregator untuk menjembataninya," jelasnya.

BI Jabar sendiri mengaku telah mengimplementasikan konsep green economy tersebut dengan menggandeng mitra binaannya. Empat wirausaha BI di produk fashion berkolaborasi dalam brand," Sagarayasa".

Mereka bahkan disiapkan menjadi New UMKM, sebagai kekuatan ekonomi nasional yang bercirikan pemanfaatan digital secara end-to-end dan berorientasi ekspor.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UMKM Perlu Mulai Berani Melibatkan Investor

Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:34 WIB
X