Stok AS Turun ke Level Terendah, Harga Minyak Naik di Akhir Perdagangan

- Kamis, 23 September 2021 | 09:48 WIB
Ilustrasi kilang minyak (Terry McGraw from Pixabay)
Ilustrasi kilang minyak (Terry McGraw from Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Stok minyak mentah AS turun ke level terendah dalam tiga tahun membuat harga minyak menetap lebih tinggi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).

Untuk pengiriman November, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS terdongkrak 1,74 dolar AS atau 2,5 persen, menjadi ditutup di 72,23 dolar AS per barel.

Untuk pengiriman yang sama, minyak mentah berjangka Brent melonjak 1,83 dolar AS atau 2,5 persen, menjadi menetap di 76,19 dolar AS per barel.

Stok minyak turun setelah aktivitas penyulingan pulih dari kerusakan akibat badai baru-baru ini, sementara permintaan bahan bakar meningkat sejalan dengan pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung.

Baca Juga: Indonesia Masuk Masa Pancaroba, BMKG: Awas Cuaca Ekstrem!

Belakangan ini, aktivitas ekonomi AS terhuyung-huyung, di mana permintaan bahan bakar secara keseluruhan telah pulih ke tingkat pra-pandemi.

Produk yang dipasok selama empat minggu terakhir telah mencapai hampir 21 juta barel per hari, tidak jauh dari tertinggi 2019.

Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan, persediaan minyak mentah AS pekan lalu merosot 3,5 juta barel menjadi 414 juta barel, terendah sejak Oktober 2018.

"Harga minyak mentah tetap didukung karena permintaan pulih di seluruh dunia dan persediaan terus berkurang," kata Andrew Lipow, presiden Lipow Oil Associates di Houston.

Baca Juga: Sampaikan Pidatonya pada Sidang PBB, Presiden Joko Widodo Sampaikan 4 Hal Ini

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X