Masyarakat masih Gagal Paham Digitalisasi, Semua Mau Bikin Aplikasi

- Kamis, 23 September 2021 | 06:45 WIB
Diskusi bertema Kadin Macthmaking and Storing Tools for UMKM yang digelar Kadin Jawa Tengah di Semarang, Rabu 22 September 2021. (suaramerdeka.com / dok)
Diskusi bertema Kadin Macthmaking and Storing Tools for UMKM yang digelar Kadin Jawa Tengah di Semarang, Rabu 22 September 2021. (suaramerdeka.com / dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Masyarakat di Indonesia, khususnya para pelaku usaha, dinilai masih gagal paham terhadap digitalisasi.

Akibatnya, hampir semua orang atau lembaga ingin membuat aplikasi atau plat form, bahkan pabrik aplikasi.

Hal itu terungkap dalam diskusi bertema Kadin Macthmaking and Storing Tools for UMKM : Kadin Jawa Tengah dan Penggerak UMKM di Semarang, Rabu 22 September 2021.

"Berhentilah bikin aplikasi, sebaiknya pakailah aplikasi yang ada," kata Ketua Umum Kadin Jawa Tengah Kukrit Suryo Wicaksono.

Baca Juga: Konsep Bergerak Bersama, Stakeholder Punya Peran Penting pada Olahraga

Lebih lanjut Kukrit mengatakan, jika Jawa Tengah dengan 35 kabupaten/kota masing-masing punya produk unggulan serta mampu menyuplai kebutuhan antar daerah secara terus menerus maka Jawa Tengah akan menjadi area perdagangan.

"Tanpa harus ekspor sekali pun, perdagangan itu sudah jalan," kata CEO Suara Merdeka itu.

Wakil Ketua Umum Bidang UKM dan Koperasi Kadin Jawa Tengah Hasan Abdul Rozak mengingatkan, janganlah semua UMKM terjun ke digital.

Baca Juga: Kebijakan Penanganan Karhutla Utamakan Pencegahan, Sudah Berdampak Nyata

Survei menyebutkan, banyak pelaku UMKM tidak siap untuk beradaptasi dengan dunia digital dan media sosial ketika diajak ke sana.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pasar Kaliwungu jadi Percontohan Penerapan QRIS

Kamis, 25 November 2021 | 16:49 WIB

Faskes di Tanah Air Bisa Bersaing dengan Negara Maju

Kamis, 25 November 2021 | 14:25 WIB
X