Pandemi, Program Wakaf Rumah Zakat Sasar 10 Ribu UMKM Supaya Bangkit

- Selasa, 21 September 2021 | 23:05 WIB
CEO Rumah Zakat, Nur Efendi secara daring saat penyaluran 24 gerobak wakaf bagi pelaku usaha di Bandung, Selasa (21/9). (sm/dok)
CEO Rumah Zakat, Nur Efendi secara daring saat penyaluran 24 gerobak wakaf bagi pelaku usaha di Bandung, Selasa (21/9). (sm/dok)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Rumah Zakat melalui program wakaf produktif menargetkan bisa memberdayakan 10 ribu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terdampak pandemi Covid-19.

Langkah itu di antaranya dilakukan dengan menyalurkan gerobak wakaf yang diharapkan mampu membangkitkan aktivitas usaha mereka di tengah masa sulit tersebut.

"Tapi program yang menyasar 10 ribu UMKM itu bukan berarti seluruhnya hanya dalam bentuk gerobak saja. Karena, itu tergantung hasil assesment. Bisa saja bentuknya permodalan atau pendampingan," kata CEO Rumah Zakat, Nur Efendi secara daring saat penyaluran 24 gerobak wakaf bagi pelaku usaha di Bandung, Selasa (21/9).

Baca Juga: Multimedia Nusantara Politeknik Harapan Baru dalam Pembelajaran Vokasi

Selain di "Kota Kembang", penyaluran gerobak itu digelar pula di tiga kota lainnya yakni Medan, Balikpapan, dan Surabaya.

Program optimalisasi dana wakaf itu melengkapi ikhtiar lainnya yang sudah dilakukan lembaga filantropi itu dalam upaya pengembangan sekaligus pemulihan ekonomi masyarakat.

Hingga saat ini, kata Nur Efendi, mereka telah membantu sebanyak 3.447 pelaku UMKM dari beragam sektor usaha di antaranya mulai dari bidang jasa, warung, kerajinan tanngan, sandang, peternakan, pertanian, perikanan, hingga makanan dan minuman.

UMKM binaan sebanyak itu tersebar di 1.692 Desa Berdaya yang ada di 33 provinsi. Untuk mendapatkan akses wakaf itu, Nur Efendi yang didampingi Chief Waqaf Officer Rumah Zakat, Soleh Hidayat menyatakan bahwa mereka mesti melalui seleksi untuk memastikan memang berhak menerima bantuan.

"Gerakan Wakaf Produktif UMKM ini memang merupakan program optimalisasi dana wakaf untuk membantu para pelaku UMKM melalui bantuan modal dan sarana usaha, meski demikian, tahapannya tetap memperhatikan aturan-aturan syariat dari wakaf," jelas Soleh.

Pihaknya optimis program tersebut bisa ikut membantu upaya pemulihan ekonomi mengingat sifat wakaf yang berkelanjutan sehingga pelaku-pelaku UMKM lainnya bisa tercakup dan bangkit pula dengan program serupa mengingat bantuan tersebut tak hanya mengandalkan donatur tapi juga pelaku UMKM sebelumnya yang berhasil memanfaatkan fasilitas wakaf tersebut.

Baca Juga: Anak-anak Juga Bisa Terserang Kanker, Kenali Jenisnya

Metode tersebut diharapkan bisa jadi solusi mengingat jumlah UMKM terdampak pandemi tak sedikit.

Mengutip sejumlah lembaga, Soleh menyebut UMKM yang terdampak pandemi hingga 87,5 persen. Sebanyak 26 juta UMKM disebutnya tumbang.

"Pemulihan ekonomi di sektor UMKM ini menjadi tanggung jawab semua elemen, mulai dari pemerintah, swasta, bahkan lembaga-lembaga filantropi. Sehingga dengan pulihnya sektor UMKM akan menjadi stimulus perbaikan ekonomi nasional," katanya.

"Kuncinya hanya satu, tak bisa sendiri tapi saling bantu dengan berkolaborasi dalam mengatasi pandemi. Kita berharap pelaku-pelaku UMKM ini bisa bangkit kembal," imbuh Nu Efendi.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Ganjar Melapak, UMKM Kembali Tersenyum

Sabtu, 20 November 2021 | 11:24 WIB

32.620 Debitur di Magelang Terima Pinjaman Ultra Mikro

Minggu, 14 November 2021 | 21:30 WIB

40 UMKM di Demak Dilatih Siap Masuk Pasar Ekspor

Kamis, 28 Oktober 2021 | 20:17 WIB
X