Alat Pengering Ikan Modern Ramah Lingkungan Diciptakan untuk UKM

- Selasa, 21 September 2021 | 14:35 WIB
Tim dosen Undip menujukkan bahan ikan segar yang telah diolesi  cairan asap untuk kemudian dimasukkan alat pemanas modern di Pasuruhan Kayen Pati. (Suaramerdeka.com dok)
Tim dosen Undip menujukkan bahan ikan segar yang telah diolesi cairan asap untuk kemudian dimasukkan alat pemanas modern di Pasuruhan Kayen Pati. (Suaramerdeka.com dok)

PATI, suaramerdeka.com - Tim Dosen Undip merekayasa teknologi alat pengering ikan modern untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terutama usaha kecil menengah (UKM).

“Kebanyakan pelaku usaha menengah terkendala alat maupun teknologi untuk mendukung produktivitas kerja,” tutur Dosen Fakultas Teknik Undip, Dr Abdul Syakur didampingi juga dosen Dr Hadha Afrisal di Desa Pasurun Kecamatan Kayen Pati.

Mereka tercatat sebagai penggagas teknologi rekayasa pengeringan ikan menggunakan sistem tertutup atau oven ramah lingkungan.

Mereka tergabung ke dalam tim pengabdian penguatan komoditas unggulan masyarakat (PKUM) melalui penerapan teknologi pengeringan ikan menggunakan oven.

Baca Juga: Menara Masjid Baiturrahman Terbakar, Diduga dari Korsleting Jam Digital

Para dosen ini berkaloborasi membantu pelaku usaha olahan ikan yaitu UMKM Aghfa Food yang berlokasi di Pasuruhan Kayen Pati.

Selama ini produk UMKM Aghfa Food dan UMKM Aghfa Kitchen telah memproduksi hasil olahan ikan untuk dibuat berbagai macam kue kering dengan menggunakan oven dengan pemanas dari kompor gas.

Hasil produksi UMKM ini cukup dikenal luas bahkan secara nasional.

Baca Juga: Jaring dan Bina Pelaku UMKM, Generasi Muda Didorong Majukan Wirausaha

Persoalannya mereka butuh alat modern namun terjangkau untuk proses penggarapan bahan baku ramah lingkungan.

Tim dosen yang juga melibatkan Dr Fronthea Swastawati, peneliti dari Departemen Teknologi Hasil Perikanan Undip mencoba memberikan pemecahan masalah.

Direkayasa pembuatan oven mutakhir guna mengeringkan ikan yang telah diolesi asap cair tanpa harus melalui proses rumit.

Baca Juga: SBY Mengenang Perjuangan Almarhum Sarwo Edhi Wibowo dan Istri: Turut Mempertahan Kedaulatan NKRI

Asap cair merupakan temuan Fronthea yang bermanfaat membuat produk makanan termasuk ikan awet tanpa memakai bahan kimia.

Selama ini proses pengasapan ikan di Indonesia kebanyakan dilakukan tradisional menggunakan peralatan sederhana serta kurang memperhatikan aspek sanitasi dan higienitas.

Dampaknya kurang baik bagi kesehatan dan lingkungan. Kelemahan yang ditimbulkan oleh pengasapan tradisional antara lain kenampakan kurang menarik misal hangus sebagian.

Baca Juga: Rocky Gerung Sebut Sentul City Rampas Tanah Warga, Tidak Izin Melakukan Pengukuran

Lalu kontrol suhu sulit dilakukan bahkan mencemari udara.

“Probelamatika ini akhirnya kami bantu pecahkan dengan adanya alat pengering. Oven ini memiliki suhu optimal yang dapat diatur agar kualitas ikan tetap terjaga, mulai dari panas 80o C hingga 120o C."

"Elemen pemanas yang digunakan adalah NiCrSi atau Nichrome 80 tersusun atas 80% nikel, 19,5% kromium dan 1,45% silicon,’’imbuh Syakur yang merupakan alumnus doktoral UGM.

Baca Juga: Mertua SBY Dimakamkan di Purworejo, Berdampingan dengan Sarwo Edhi Wibowo

Digunakannya Nichrome 80 karena bahan tersebut memiliki nilai resitansi yang rendah dan dapat menghasilkan panas yang tinggi.

Hasil penelitian didapatkan kawat Nichrome berdiameter kawat 1 mm dengan diameter lilitan 8 mm menghasilkan suhu maksimal 76,17 dengan waktu 60 menit.

Daya terendah dikonsumsi yaitu 170 W oleh kawat Nichrome 80, diameter kawat 0,8 mm dengan diameter lilitan 10 mm urai Wakil Dekan Fakultas Teknik Undip itu.

Rahmad Widiyanto selaku pemilik UMKM Aghfa Food saat uji oven hemat listrik mengaku senang karena mendapatkan bantuan dan perhatian dari Undip dalam hal meningkatkan produk olahan ikan.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

BSN Bikin Etalase Digital Produk UKM Ber-SNI

Jumat, 3 Desember 2021 | 20:25 WIB

Ganjar Melapak, UMKM Kembali Tersenyum

Sabtu, 20 November 2021 | 11:24 WIB

32.620 Debitur di Magelang Terima Pinjaman Ultra Mikro

Minggu, 14 November 2021 | 21:30 WIB
X