Kekhawatiran Pengembang Evergrande Picu Penguatan Dolar AS dan Pelemahan Yuan

- Selasa, 21 September 2021 | 10:12 WIB
Dollar. (Pixabay)
Dollar. (Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Kekhawatiran tentang dampak dari masalah solvabilitas pengembang properti Evergrande membuat dolar Amerika terus menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).

Kekhawatiran itu juga membuat yuan China di pasar luar negeri melemah terhadap greenback ke level terendah dalam hampir sebulan, lantaran berdampak pada pasar keuangan dan mengangkat mata uang safe-haven.

Dolar dan mata uang safe-haven lainnya seperti yen Jepang dan franc Swiss menguat karena sentimen penghindaran risiko (risk-off), yang membuat indeks S&P 500 Wall Street melaju untuk persentase penurunan satu hari terbesar dalam 11 bulan.

Kenaikan diperlihatkan indeks dolar naik sebesar 0,025 persen, dengan euro tidak berubah pada 1,1725 dolar.

Baca Juga: Pencak Silat Diakui Sebagai Warisan Budaya Indonesia di Belanda

Dolar juga telah menguat di tengah ekspektasi Federal Reserve akan mulai mengurangi pembelian obligasi bulanan tahun ini, dengan pengumuman kebijakan bank sentral akan dirilis pada Rabu 22 September 2021.

Sentimen pasar telah diguncang oleh potensi penularan dari Evergrande, yang mencoba mengumpulkan dana untuk membayar sejumlah pemberi pinjaman, pemasok, dan investor.

Batas waktu pembayaran bunga 83,5 juta dolar AS pada salah satu obligasinya jatuh tempo pada Kamis 23 September 2021 dan perusahaan memiliki kewajiban 305 miliar dolar AS.

Yuan menguat ke level tertinggi dalam tiga bulan di 6,4226 per dolar sebelum mulai berbalik karena kesengsaraan Evergrande kian memburuk.

Baca Juga: Percepatan Vaksinasi, Menkes Sebut 169 Juta Dosis Vaksin Sudah Didistribusikan ke Daerah

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pinjol Ilegal Mainkan Psikologi Nasabah

Kamis, 14 Oktober 2021 | 20:31 WIB

Berani Investasi di Pasar Modal/Keuangan?

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:13 WIB
X