Nusa Mart Wujud Kemandiran Ekonomi NU

- Selasa, 18 Februari 2020 | 18:35 WIB
Pengurus MWC NU Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal meresmikan Nusa Mart (NU Slawi Market) di depan GOR Trisanja Slawi, Minggu malam (16/2). (suaramerdeka.com/dok)
Pengurus MWC NU Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal meresmikan Nusa Mart (NU Slawi Market) di depan GOR Trisanja Slawi, Minggu malam (16/2). (suaramerdeka.com/dok)

TEGAL, suaramerdeka.com - Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal meresmikan Nusa Mart (NU Slawi Market) di depan GOR Trisanja Slawi, baru-baru ini. Upaya itu dilakukan untuk kemandirian organisasi tersebut.

"Semoga wujud nyata ini bisa berjalan dengan sukses, manfaat dan barokah," kata Ketua MWC NU Slawi, Muhammad Agus Salim.

Peresmian dihadiri Rois Syuriah MWC NU Slawi KH Moh Yusuf, Ketua Lembaga Perekonomian MWC NU Slawi Dedi Susanto, dan Lurah Pakembaran Tasripin.

Menurut Muhammad Agus Salim, setelah MWC NU Slawi melaksanakan rapat kerja pada Januari 2020, para pengurus tidak ingin rapat tersebut hanya sekadar acara seremonial. Sesuai target dalam buku rapat kerja, pihaknya mendirikan sumber ekonomi untuk kemandirian organisasi.

"Kami imbau Lembaga MWC NU Slawi lainnya supaya segera merealisasikan program yang sudah disepakati dalam rapat kerja. Jenis usaha yang diwujudkan Lembaga Ekonomi ini supaya dijadikan contoh," katanya.

Ketua Lembaga Perekonomian MWC NU Slawi, Dedi Susanto mengatakan, program ini terwujud berkat berkerja sama dengan para pengurus di lembaga, terutama Dwijo Siswanto, salah satu pengurus.

Dedi berharap, jenis usaha ini supaya dirawat dan dilestarikan, sehingga bisa menjadi sumber pendapatan organisasi dan bermanfaat untuk masyarakat sekitar.  "Kita harus saling merawat dan menghidupkan usaha ini," ujarnya.

Ketua Panitia Pengadaan Gedung MWC NU Slawi, Suprihadi menambahkan, selain mendirikan usaha tersebut, MWC NU Slawi masih mengejar target untuk pelunasan gedung sekretariat. Semula, MWC akan membeli tanah di tempat strategis di wilayah Slawi, namun harga cukup tinggi, sehingga diurungkan.

Mereka memilih untuk membeli gedung dengan cara kredit dan berharap dapat dilunasi via usaha Nusa Mart. "Kami juga menitipkan kaleng koin NU ke semua masyarakat Slawi. Kaleng itu kami beri nama Sarung NU yang singkatan dari Sadina Rongewu Kanggo NU," katanya.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

X