Pelaku Industri dan Buruh Minta Pemerintah Batalkan kenaikan Cukai Rokok

- Selasa, 21 September 2021 | 05:39 WIB
Konsolidasi dan penguatan organisasi FSP RTMM SPSI Jawa Timur. (suaramerdeka.com / dok)
Konsolidasi dan penguatan organisasi FSP RTMM SPSI Jawa Timur. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Jika mengaku pro rakyat kecil, pemerintahan Presiden Joko Widodo diminta membatalkan rencana kenaikan cukai rokok di tahun 2022.

Jika pemerintah menaikan cukai rokok kembali akan mematikan ekonomi jutaan buruh industri rokok dan tembakau yang ada di seluruh Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) Benny Wachjudi dan Ketua Umum Pengurus Daerah Federasi Serkat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia ( PD FSP RTMM SPSI) Jawa Timur Purnomo, kepada pers, Senin 20 September 2021, di Jakarta.

“Kami meminta tidak ada kenaikan cukai rokok. Rencana kenaikan cukai rokok yang disampaikan pemerintah, itu akan mematikan nasib jutaan buruh industri rokok dan tembakau di seluruh Indonesia,” tegas Ketua PD FSP RTMM Jawa Timur, Purnomo.

Baca Juga: IMCC- Fisip Unwahas Gelar Seminar Kebijakan Luar Negeri AS Terhadap Muslim

Lebih lanjut, Purnomo juga meminta agar pemerintah dimasa pandemi Covid yang berdampak pada resesi ekonomi, tidak melakukan perubahan kebijakan yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan IHT.

Seperti rencana perubahan Peraturan Pemerintah (PP) No, 109 tahun 2012 dan simplifikasi tier cukai rokok.

Ketua Umum Gaprindo Benny Wachjudi memaparkan, tahun 2020, saat pandemi Covid-19 Pemerintah menaikan harga jual eceran dan cukai rokok masing masing 23 dan 35 persen.

Baca Juga: STQ Nasional, Gubernur Ganjar Pranowo Ditunggu Warga Maluku

Kenaikan tersebut sangat tinggi, lalu pada tahun 2021 kenaikan tarif cukai kembali naik di atas 12,5 persen.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X