Pelaku Usaha Didorong Manfaatkan Pemasaran Online

- Jumat, 20 Desember 2019 | 09:12 WIB
SAMBUTAN : Pemimpin Cabang Unit Layanan Modal Mikro PNM Purwokerto, Rahmad Sadono, menyampaikan sambutan pada acara capacity building program kemitraan PT PMN Purwokerto. (suaramerdeka.com / Puji Purwanto)
SAMBUTAN : Pemimpin Cabang Unit Layanan Modal Mikro PNM Purwokerto, Rahmad Sadono, menyampaikan sambutan pada acara capacity building program kemitraan PT PMN Purwokerto. (suaramerdeka.com / Puji Purwanto)

PURWOKERTO, suaramerdeka.com - Pelaku usaha mikro dan kecil di wilayah Banyumas didorong untuk memasarkan produknya secara  online, karena peluang dan potensi bisnisnya besar.

Pemimpin Cabang Unit Layanan Modal Mikro PT Permodalan Nasional Madani/PNM (Persero) Purwokerto, Rahmad Sadono, mengatakan, tidak sedikit pelaku usaha yang belum memaksimalkan media sosial untuk memperluas pasar. "Kami ingin membuka wawasan pelaku usaha. Kami ajak mereka untuk memanfaatkan media sosial agar naik kelas," katanya, Kamis (19/12).

Dia memandang era digital sekarang ini, pemasaran online penting bagi pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya. Apalagi, mereka kini bersaing dengan operator-operator online, seperti layanan go food. "Kalau pelaku usaha tidak bisa mengakses, mereka akan ketinggalan mengingat perilaku masyarakat Banyumas sudah banyak menggunakan media sosial dalam berbelanja," katanya menjelaskan.    

Sementara itu, pembinaan bagi nasabah program kemitraan PT PNM Cabang Purwokerto mengangkat tema Strategi Pemasaran di Era Milenial dengan Digitalisasi. Acara ini menghadirkan narasumber dari Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Jawa Tengah di Purwokerto, Niken Setia Larasati. "Kami menghadirkan narasumber dari plut untuk memberi wawasan bahwa bagaimana caranya memasarkan produk di media sosial," kata Rahmad Sadono.

Niken Setia Larasati, dalam presentasinya mengatakan bahwa pemasaran online lebih luas menjangkau konsumen. Ini memberi keuntungan bagi pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya. "Meskipun pemasaran online lebih luas, tapi pemasaran konvensional jangan ditinggalkan," katanya.

Editor: Andika

Tags

Terkini

Pandemi Melandai, Komoditas Kopi Kembali Bersemi

Jumat, 28 Januari 2022 | 22:15 WIB
X