Simulasi Tahap Pertama TKL, Pengelola Diberi Catatan, Apa Saja?

- Senin, 20 September 2021 | 14:51 WIB
SIMULASI PERTAMA: Direktur Utama Taman Kyai Langgeng, Arif Taat Ujiyanto (dua dari kiri) menjajal wahana jurang kaca retak dalam rangka simulasi tahap pertama pembukaan TKL. (suaramerdeka.com/Asef Amani)   
SIMULASI PERTAMA: Direktur Utama Taman Kyai Langgeng, Arif Taat Ujiyanto (dua dari kiri) menjajal wahana jurang kaca retak dalam rangka simulasi tahap pertama pembukaan TKL. (suaramerdeka.com/Asef Amani)  

 

 

MAGELANG, suaramerdeka.com – Objek Wisata Taman Kyai Langgeng (TKL) Kota Magelang melakoni simulasi pembukaan bagi wisatawan setelah status PPKM Kota Magelang berada di level 3.

Simulasi tahap pertama sudah dilakukan pada Jumat 17 September 2021 lalu oleh segenap tim dari berbagai elemen.

Direktur Utama Taman Kyai Langgeng, Arif Taat Ujiyanto mengatakan, simulasi sudah dilakukan oleh tim dari Disporapar, Dinas Kesehatan, Satpol PP, dan Polsek Magelang Tengah. Termasuk dari Bagian Perekonomian Setda Kota Magelang, Lurah Kemirirejo, dan Camat Magelang Tengah.

Baca Juga: Lisa Blackpink Tonton Video Klipnya Sendiri, Begini Reaksinya

“Simulasi ini sebagai kesiapan kita sebelum TKL dibuka untuk pengunjung. Simulasi kaitannya dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) bagi pengunjung yang masuk ke kawasan wisata,” ujarnya saat dihubungi, Senin 20 September 2021.

Dia menuturkan, simulasi dimulai dari awal pintu masuk wisata. Di area pintu masuk diharuskan ada himbuan penerapan prokes secara tertulis berupa poster.

Kemudian himbauan secara lisan melalui pengeras suara dari petugas yang mengingatkan pengunjung untuk menerapkan prokes yang ketat.

“Pengunjung wajib memakai masker, cuci tangan pakai sabun, dan cek suhu di pintu loket. Baru kemudian bisa masuk ke dalam area wisata dengan tetap menerapkan prokes ketat, seperti jaga jarak dan tetap memakai masker. Kita juga sediakan wastafel di tiap wahan dan titik strategis,” katanya.

Baca Juga: Dorong Produksi Rendah Karbon, Jokowi juga Minta Pengusaha Mebel Tetap Jaga Kelestarian Hutan

Marketing Taman Kyai Langgeng, Sulaiman menambahkan, untuk sementara ini pengunjung tidak harus melakukan scan barcode aplikasi Peduli Lindungi milik Pemerintah. Sebab, TKL belum ditunjuk oleh Pemprov atau Pemerintah Pusat terkait pemakaian aplikasi tersebut.

“Sebenarnya kami sudah mengajukan ke pusat, tapi belum ada petunjuk. Maka, sementara pengunjung cukup menunjukan kartu vaksin sudah cukup. Pengunjung dibatasi bagi usia di atas 12 tahun saja, sedangkan di bawah 12 tahun belum diperbolehkan,” jelasnya.

Untuk dapat melayani pengunjung, katanya, perlu ada simulasi tahap kedua.

Tahap kedua ini lebih kepada pemantapan dengan melihat hasil dari simulasi tahap pertama.

Adapun hasil dari tahap pertama, pengelola TKL diminta melengkapi himbauan secara tertulis di area dalam wisata.

“Dari simulasi pertama, kita sudah memenuhi syarat. Hanya saja, kita perlu menambah himbauan secara tertulis berupa poster di titik-titik strategis area dalam. Setelah simulasi kedua nanti lihat hasilnya. Kalau mendapat rekomendasi dari Satgas, maka kita bisa menerima kunjungan wisatawan,” ungkapnya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Faskes di Tanah Air Bisa Bersaing dengan Negara Maju

Kamis, 25 November 2021 | 14:25 WIB
X