Harga Minyak Turun di Akhir Perdagangan Seiring Dimulainya Produksi Perusahaan Energi

- Sabtu, 18 September 2021 | 10:24 WIB
Ilustrasi kilang minyak (Terry McGraw from Pixabay)
Ilustrasi kilang minyak (Terry McGraw from Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Dimulainya kembali produksi perusahaan energi di Teluk Meksiko AS, membuat harga minyak turun pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat Sabtu 18 September 2021 pagi WIB.

Sebelumnya, perusahaan energi berhenti berproduksi setelah badai Ida dan Nicholas berturut-turut melanda kawasan itu, termasuk pada produksi minyak.

Untuk pengiriman November, harga minyak mentah berjangka Brent menurun33 sen menjadi menetap di 75,34 dolar AS per barel.

Lalu untuk pengiriman Oktober, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS terpangkas 64 sen menjadi ditutup pada 71,97 dolar AS per barel.

Baca Juga: Ini Tiga Mitos Diet Sesat yang Perlu Kamu Tahu

Harga minyak Brent terangkat 3,3 persen dan minyak mentah AS menguat 3,2 persen untuk minggu ini, didukung ketatnya pasokan karena pemadaman akibat badai.

Untuk Brent, kemerosotan Jumat 17 September 2021 mengikuti kenaikan lima sesi berturut-turut.

Brent pada Rabu 15 September 2021 mencapai level tertinggi sejak akhir Juli, dan minyak mentah AS mencapai level tertinggi sejak awal Agustus.

"Alasan harga minyak mencapai level tertinggi dalam beberapa hari terakhir jelas gangguan pasokan dan penarikan persediaan, jadi sekarang produksi minyak AS kembali, minyak seperti yang diperkirakan diperdagangkan lebih rendah," kata Analis Pasar Minyak Rystad Energy, Nishant Bhushan.

Baca Juga: Taat Konstitusi, PDI Perjuangan Pastikan Tolak Jabatan Presiden Tiga Periode

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X