Dolar Capai Level Tertinggi dalam 3 Minggu Usai Penjualan Ritel AS Membaik

- Sabtu, 18 September 2021 | 09:12 WIB
Dolar AS. (Forbes)
Dolar AS. (Forbes)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Membaiknya penjualan ritel AS membuat nilai tukar (kurs) Dolar mencapai tertinggi tiga minggu terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).

Kenaikan juga terjadi pada indeks dolar, ukuran nilai greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, menjadi 93,220, tertinggi sejak minggu ketiga Agustus.

Indeks terakhir menguat 0,4 persen pada 93,207 dan indeks dolar naik 0,6 persen pada minggu ini, menjadi persentase kenaikan mingguan terbesar sejak pertengahan Agustus.

Penjualan ritel yang membaik sekaligus mendukung ekspektasi pengurangan pembelian aset (tapering) oleh Federal Reserve (Fed) sebelum akhir tahun.

Baca Juga: Pele Kembali Jalani Perawatan di ICU, Belum Ada Kabar Terbaru

Minggu depan, The Fed mengadakan pertemuan kebijakan moneter yang diperkirakan akan membuka diskusi tentang pengurangan pembelian obligasi bulanan

Juga sambil mengaitkan setiap perubahan aktual dengan pertumbuhan pekerjaan AS pada September dan seterusnya.

"Sementara kami ragu bahwa FOMC akan menetapkan rencana untuk mengurangi pembelian asetnya, proyeksi ekonomi baru dapat menjelaskan fungsi reaksinya mengingat tekanan inflasi siklikal," tulis Ekonom Pasar Capital Economics, Jonathan Petersen, dalam laporan penelitian terbarunya.

"Pandangan kami tetap bahwa inflasi di AS akan tetap tinggi lebih lama dari yang diperkirakan FOMC dan investor saat ini, pada gilirannya mendukung imbal hasil AS yang lebih tinggi dan dolar yang lebih kuat," tambahnya.

Baca Juga: Terganggu dengan Jerawat? 4 Masker Alami untuk Wajah Ini Bisa Anda Coba

Spekulasi tentang tapering Fed tahun ini meningkat setelah penjualan ritel AS secara tak terduga meningkat pada Agustus, data menunjukkan pada Kamis 16 September, naik 0,7 persen dari bulan sebelumnya meskipun ekspektasi untuk penurunan 0,8 persen. Survei sentimen bisnis juga menunjukkan peningkatan besar.

Secara umum, pasar mata uang sepi pada Jumat 17 September 2021 dengan para pedagang enggan untuk mengambil posisi baru menjelang pertemuan penting sejumlah bank sentral minggu depan termasuk Fed, bank sentral Jepang dan bank sentral Inggris.

Dolar naik 0,5 persen terhadap franc Swiss pada 0,9320 franc, setelah sebelumnya mencapai tertinggi lima bulan di 0,9324 franc.

Penguatan juga ditunjukkan dolar sebesar 0,2 persen menjadi 109,92 yen.

Yen telah menunjukkan reaksi terbatas terhadap persaingan kepemimpinan Partai Demokrat Liberal yang berkuasa, yang secara resmi dimulai pada Jumat 17 September 2021 menjelang pemungutan suara 29 September.

Lalu, dolar juga naik ke level tertinggi dua minggu terhadap yuan di luar negeri dan terakhir naik 0,3 persen pada 6,4711.

Yuan sedang tertekan oleh meningkatnya kekhawatiran tentang sektor real estat China karena investor khawatir raksasa properti China Evergrande bisa gagal membayar kuponnya minggu depan.

Poundsterling Inggris turun 0,4 persen menjadi 1,3738 dolar karena penjualan ritel Inggris di bawah ekspektasi.

Namun, karena investor menyampaikan perkiraan kenaikan suku bunga bank sentral Inggris hingga pertengahan 2022, poundsterling tetap didukung.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Program BI Religi Bantu Percepatan Vaksinasi Covid-19

Jumat, 3 Desember 2021 | 08:12 WIB
X