Pendidikan Online Seller Jadi Tuntutan di Era Industri 4.0

- Kamis, 28 November 2019 | 14:46 WIB
Ki-ka: Kepala Dinas Koperasi & UKM Kota Semarang, FX Bambang Suranggono SSos, Head of GrabExpress Grab Indonesia, Tyas Widyastuti, dan Wakil Ketua Keorganisasian, Keanggotaan, dan Kelembagaan Kadin Kota Semarang, Mahar Soedjana, foto bersama sembari membawa properti Grab. (suaramerdeka.com/Nugroho Wahyu Utomo)
Ki-ka: Kepala Dinas Koperasi & UKM Kota Semarang, FX Bambang Suranggono SSos, Head of GrabExpress Grab Indonesia, Tyas Widyastuti, dan Wakil Ketua Keorganisasian, Keanggotaan, dan Kelembagaan Kadin Kota Semarang, Mahar Soedjana, foto bersama sembari membawa properti Grab. (suaramerdeka.com/Nugroho Wahyu Utomo)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Layanan pengiriman barang punya peran vital bagi pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di suatu daerah. Atas dasar itu GrabExpress sebagai layanan kurir instant milik Grab memberi pelatihan seputar pemasaran digital dan fotografi produk kepada lebih dari 100 wirausahawan mikro di Semarang.

GrabExpress mengenalkan lima fitur baru yang akan membantu akselerasi bisnis wirausahawan mikro di Jawa Tengah agar lebih efisien  dan memastikan mereka dapat menikmati manfaat dari ekonomi digital.

Menurut Head of GrabExpress Grab Indonesia, Tyas Widyastuti, bahwa pihaknya yakin ketersediaan layanan pengiriman berbasis teknologi seperti GrabExpress akan memberi manfaat bagi pelaku bisnis online. Baik pada pertumbuhan bisnis UMKM itu sendiri, mau pun pada perekonomian nasional.

"Hal ini sejalan dengan misi 2025 Grab for Good dalam hal pengembangan sumber daya manusia agar memiliki kapabilitas yang diperlukan di era Revolusi Industri 4.0, khususnya untuk para pelaku bisnis UMKM," kata Tyas, di acara Online Seller Workshop yang digelar Grab Indonesia, di Rama Shinta Room, Hotel Patra Convention Centre, Kamis (28/11).

"Harapan kami, para pelaku bisnis UMKM ini dapat menikmati manfaat dari hadirnya ekonomi digital, salah satunya GrabExpress, untuk memasarkan hasil usahanya kepada para pelanggan dengan aman, cepat, dan mudah," tambahnya.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, diwakili Wakil Ketua Keorganisasian, Keanggotaan, dan Kelembagaan Kadin Kota Semarang, Mahar Soedjana mengatakan, bahwa Kadin Kota Semarang selalu komitmen untuk terlibat dalam pemberdayaan UMKM yang ada di kota Semarang.

"Saya mengapresiasi GrabExpress yang tak hanya menyediakan teknologi untuk memudahkan logistik wirausahawan. Tapi juga memberikan pelatihan yang akan terus memperkaya pengetahuan mereka. Jika UMKM berkembang, maka nanti ekonomi masyarakat juga akan terus meningkat," pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi & UKM Kota Semarang, FX Bambang Suranggono SSos mengatakan, bahwa Pemerintah Kota Semarang khususnya Dinas Koperasi & UKM Kota Semarang menargetkan 2020 Kota Semarang bisa menjadi Kota UMKM. Bahkan Wali Kota Semarang, Hendra Prihadi, sangat konsisten dalam menjadikan kota Semarang sebagai Kota UMKM.

"Seperti diketahui, potensi UMKM di kota Semarang mencapai 200.000 UMKM. Sementara yang memiliki izin 17.241. Tentunya dengan adanya good will, bahwa kemenkop dan UKM yang sesuai dengan visi dan misi Presiden Jokowi, maka kami bergerak bersama seperti konsep Wali Kota Semarang. Sehingga kami punya keyakinan, nanti kota Semarang sebagai kota UMKM di 2020 bisa diwujudkan," kata Bambang Suranggono.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

X