Gas Bumi Melejitkan Bisnis Bakso Mawardi

- Kamis, 28 November 2019 | 11:24 WIB
DENGAN GAS PGN UMKM BERKEMBANG PESAT: Petugas PGN memeriksaan jaringan gas di usaha kuliner Bakso Mawardi di kampung Ngestimulyo Kelurahan Mlatibaru Semarang Timur, Rabu (27/11). Pembangunan infrastruktur gas bumi PGN berdampak pada pertumbuhan sentra perekonomian baru di berbagai daerah. (suaramerdeka.com / Maulana M Fahmi)
DENGAN GAS PGN UMKM BERKEMBANG PESAT: Petugas PGN memeriksaan jaringan gas di usaha kuliner Bakso Mawardi di kampung Ngestimulyo Kelurahan Mlatibaru Semarang Timur, Rabu (27/11). Pembangunan infrastruktur gas bumi PGN berdampak pada pertumbuhan sentra perekonomian baru di berbagai daerah. (suaramerdeka.com / Maulana M Fahmi)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Suplai gas rumah tangga juga dinikmati oleh pemilik usaha kuliner menengah bakso Mawardi yang cukup terkenal di Semarang. Banyak yang menyebut sebagai bakso legendaris sejak era 90-an. Tempat pengolahan bakso Mawardi itu hanya berjarak tiga rumah dari tempat tinggal Sukaisih.

Purni Rahayu (53), istri pemilik usaha bakso Mawardi juga mengatakan hal yang sama dengan Sukaisih. Pengeluaran jadi lebih bisa ditekan. "Sebelum ada gas (dari) PT PGN itu habis 10 tabung elpiji ukuran 15 Kg per pekannya. Habis Rp 1.500 ribu per bulan," terang istri dari Makmun (56) itu.

-
SUPPORT PEREKONOMIAN RAKYAT: Petugas PGN memeriksaan jaringan gas di usaha kuliner Bakso Mawardi di kampung Ngestimulyo Kelurahan Mlatibaru Semarang Timur, Rabu (27/11). PGN men-support kebutuhan energi gas bumi UMKM kawasan tersebut untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. (suaramerdeka.com / Maulana M Fahmi)

Sekarang ini, dia menggunakan empat kompor dari jaringan gas PT PGN. Beberapa lainya masih menggunakan suplai gas elpiji.  "Rata- rata bisa (mengolah) 60 kilogram bakso sapi setiap hari. Belum   babat dan jantung (jeroan). Bisa hemat pengeluaran untuk gas Rp 1 juta setelah pakai jaringan gas ini," katanya.

Baca juga: 1.776 Warga Semarang Timur Nikmati Gas Murah

Saat ini bakso Mawardi sudah ada empat cabang yang lain tersebar di beberapa tempat di Semarang. Heri Frastyono, Sales Area Head PT PGN Semarang menjelaskan, pelanggan rumah tangga sedang disasar selain konsumen industri besar. "Terutama pelanggan rumah tangga, masyarakat di Kecamatan Semarang Timur," kata dia.

Pelanggan dari dengan total 1.776 rumah itu dicapai sejak 2015 lalu dengan subsidi APBN oleh Kementerian ESDM. "Tahun depan ada target yang lebih banyak," katanya.

Editor: Andika

Tags

Terkini

X