Data Inflasi AS yang Lebih Rendah Buat Dolar AS Tergelincir

- Kamis, 16 September 2021 | 10:12 WIB
Dolar AS. (Forbes)
Dolar AS. (Forbes)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Usai data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan yang dirilis Selasa kemarin membuat dolar tergelincir terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).

Rendahnya data inflasi juga mengurangi ekspektasi jangka pendek tentang pengurangan pembelian aset dari Federal Reserve.

Penurunan juga diperlihatkan indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya terakhir berdiri di 92,514, sekitar 0,2 persen dari Selasa 14 September 2021.

Indeks dolar jatuh mengikuti data inflasi tetapi pulih karena permintaan safe-haven saat saham turun di Wall Street.

Baca Juga: Harga Minyak Melonjak Seiring Penarikan Persediaan AS yang Lebih Besar dari Perkiraan

Namun usai data positif menunjukkan harga impor turun secara tak terduga pada Agustus dan angka yang lebih tinggi dari perkiraan untuk survei bisnis Fed New York, dolar bisa memangkas kerugian.

Laporan ini mengimbangi angka yang menunjukkan hasil manufaktur AS melambat pada Agustus, naik 0,2 persen dari kenaikan 1,6 persen bulan sebelumnya.

Tingkat inflasi Inggris, berdasarkan data, mencapai tertinggi dalam hampir satu dekade pada bulan lalu setelah rekor kenaikan yang sebagian besar didorong rebound harga-harga restoran.

Baca Juga: Percepatan Transformasi Ekonomi Digital, Menkominfo: Perlu Didorong Kebijakan dan Ruang yang Kondusif

Selama seminggu terakhir, indeks dolar, ukuran nilai greenback terhadap enam mata uang utama, telah diperdagangkan antara 92,3 dan 92,9.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPR Danamon Raih Properti Indonesia Award 2021

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 19:12 WIB

Pinjol Ilegal Mainkan Psikologi Nasabah

Kamis, 14 Oktober 2021 | 20:31 WIB

Berani Investasi di Pasar Modal/Keuangan?

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:13 WIB
X