Dolar Jatuh pada Sekeranjang Mata Uang Usai Inflasi AS yang Lebih Lemah

- Rabu, 15 September 2021 | 10:48 WIB
Dollar. (Pixabay)
Dollar. (Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Kenaikan data inflasi AS bulan lalu lebih lemah dari perkiraan membuat dolar jatuh terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB),

Kenaikan inflasi menciptakan ketidakpastian tentang waktu pengurangan pembelian aset (tapering) oleh Federal Reserve.

Beberapa pejabat Fed telah menyatakan bank sentral AS dapat mengurangi pembelian surat utang pada akhir tahun, tetapi mengatakan kenaikan suku bunga akhirnya tidak akan terjadi untuk beberapa waktu.

The Fed akan mengadakan pertemuan kebijakan moneter dua hari pada minggu depan, dengan investor tertarik untuk mengetahui apakah pengumuman tapering akan dibuat.

Baca Juga: Menkominfo: Kasus Aktif Covid-19 di Bawah 100 Ribu, Tetap Disiplin Pakai Masker

Tapering cenderung menguntungkan dolar karena menunjukkan The Fed selangkah lebih dekat menuju kebijakan moneter yang lebih ketat.

Ini juga berarti bank sentral akan membeli lebih sedikit aset utang, secara efektif mengurangi jumlah dolar yang beredar.

Indeks dolar sedikit turun di 92,601, pada perdagangan sore menjauh dari level tertinggi lebih dari dua minggu pada Senin (13/9).

Euro datar terhadap dolar di 1,1807 dolar.

Selera risiko juga memburuk pada Selasa (14/9), dengan saham Wall Street turun sementara harga obligasi pemerintah AS naik tajam, mendorong imbal hasil lebih rendah.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BSI Dorong Pembiayaan Gadai Emas dan Cicil Emas

Minggu, 2 Oktober 2022 | 17:12 WIB

Resesi 2023 dan Situasi Tekanan Cash is The King

Kamis, 29 September 2022 | 14:10 WIB

BPR Arto Moro Terima Penghargaan Infobank Award 2022

Sabtu, 24 September 2022 | 14:23 WIB
X