Produksi yang Masih Lambat Picu Kenaikan Harga Minyak dalam 6 Minggu Terakhir

- Selasa, 14 September 2021 | 09:24 WIB
Kilang Minyak. (Dariusz Kopestynski from Pixabay)
Kilang Minyak. (Dariusz Kopestynski from Pixabay)

Baca Juga: Bengawan Solo Tercemar, Aliran Air PDAM ke 12.000 Pelanggan Macet

Selain perkiraan permintaan OPEC, faktor bearish lainnya membebani kenaikan harga minyak, termasuk kenaikan produksi minyak serpih AS.

Kemudian, potensi peningkatan pasokan dari rencana pelepasan minyak dari cadangan strategis di Amerika Serikat dan China, serta kemungkinan Iran bisa lebih dekat menjual minyak ke dunia lagi.

Produksi minyak AS dari tujuh formasi serpih utama diperkirakan akan meningkat sekitar 66.000 barel per hari pada Oktober menjadi 8,1 juta barel per hari.

Itu merupakan kenaikan tertinggi sejak April 2020, menurut laporan produktivitas pengeboran bulanan Badan Informasi Energi.

Para pedagang mencatat rencana pelepasan minyak dari cadangan strategis China dapat meningkatkan pasokan yang tersedia di konsumen minyak terbesar kedua di dunia itu.

Pemerintah AS setuju untuk menjual minyak mentah dari cadangan darurat negara itu kepada delapan perusahaan termasuk Exxon Mobil, Chevron dan Valero, di bawah lelang yang dijadwalkan untuk mengumpulkan uang buat anggaran federal.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Harga Emas Naik di Tengah Kekhawatiran Inflasi AS

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 08:48 WIB

Tekan Biaya Operasional Logistik dengan Dexlite

Kamis, 21 Oktober 2021 | 19:24 WIB
X