Realisasi PEN Sudah Capai Rp 377,5 Triliun, Airlangga: Capai 50,7 Persen dari Pagu

- Selasa, 14 September 2021 | 09:00 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto/Foto ekon.go.id
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto/Foto ekon.go.id

JAKARTA, suaramerdeka.com - Realisasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Tahun 2021 telah mencapai Rp 377,5 triliun hingga 10 September 2021.

Capaian realisasi PEN itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam Keterangan Pers mengenai Perkembangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Terkini, Senin 13 September malam, secara virtual.

“Terkait dengan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), ini terjadi realisasi PEN mencapai 50,7 persen dari pagu Rp 744,77 triliun,” ujar Airlangga.

Proses signifikan, kata Airlangga, terjadi pada realisasi klaster Perlindungan Sosial (Perlinsos) dan Klaster Kesehatan.

Baca Juga: Registrasi PSAT, Kini Cukup di Dispabun Cilacap, Berlaku Lima Tahun

Realisasi Klaster Kesehatan meningkat dari Rp 47,71 triliun di Kuartal II menjadi Rp 93,45 triliun, kemudian Klaster Perlinsos meningkat dari Rp 66,43 triliun di Kuartal II menjadi Rp 108,16 triliun.

“Kemudian Program Prioritas yang di kuartal II Rp 41,83 triliun menjadi Rp 58,04 triliun, Klaster Dukungan UMKM dan Korporasi yang di kuartal II Rp 51,27 triliun menjadi Rp 59,93 triliun, sedangkan Insentif Usaha di kuartal II Rp 45,07 triliun menjadi Rp 57,92 triliun,” jelas Airlangga.

Terkait dengan Program Kartu Prakerja, total pendaftar telah mencapai 69,7 juta orang yang berasal dari 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota.

“Di tahun 2021 batch 12-19 penerimanya adalah 4,3 juta, dan telah menyelesaikan pelatihan 3,2 juta, yang telah mendapatkan insentif 3.040.724 penerima, dan insentifnya Rp 6,82 triliun."

Baca Juga: Pemprov Jateng Vaksinasi 1.453 Warga 3 Desa di Kabupaten Magelang

"Batch 19 pendaftarnya 3,9 juta atau 3.967.595 (pendaftar), yang eligibel 2.413.667, yang diterima 800 ribu, dan pendaftaran telah dibuka 9 September dan berakhir tanggal 12 September kemarin,” papar Menko Perekonomian.

Untuk Program Perlinsos berupa Bantuan Subsidi Gaji/Upah untuk Pekerja/Buruh (BSU), hingga 10 September 2021 bantuan tersebut telah dicairkan kepada 3,4 juta pekerja yang masing-masing mendapatkan Rp1 juta.

Kemudian, untuk Program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM), realisasi hingga 10 September 2021 mencapai Rp 15,25 triliun untuk 12,71 juta pelaku usaha mikro atau telah mencapai 99,3 persen dari total anggaran Rp 15,36 triliun.

Selain itu, pemerintah juga telah mulai menyalurkan Bantuan Tunai untuk Pedagang Kaki Lima dan Warung (BT-PKLW).

Bantuan yang pertama kali mulai disalurkan di Kota Medan, Sumatra Utara ini akan disalurkan kepada 1 juta PKL dan pemilik warung yang masing-masing akan menerima sebesar Rp 1,2 juta.

“Disalurkan melalui Polri dan TNI, bagi PKL dan warung bukan penerima BPUM, berada pada lokasi PPKM Level 3 dan 4 berdasarkan Instruksi Mendagri Nomor 27 dan 28 Tahun 2021,” tandas Airlangga.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

40 UMKM di Demak Dilatih Siap Masuk Pasar Ekspor

Kamis, 28 Oktober 2021 | 20:17 WIB
X