Kasus Covid-19 Melandai, Persyaratan Naik KA Jarak Jauh Belum Ada Pelonggaran

- Senin, 13 September 2021 | 18:07 WIB
KA jarak jauh. (foto: istimewa)
KA jarak jauh. (foto: istimewa)

 

BANDUNG, suaramerdeka.com - Belum ada pelonggaran terhadap syarat perjalanan kereta api jarak jauh menyusul turunnya kasus Covid-19. Selain penggunaan aplikasi pedulilindungi, penumpang juga tetap wajib menyertakan hasil negatif dari tes PCR dan rapid antigen.

"Prosedur KA jarak jauh tak ada yang dipangkas. Tetap harus membawa bukti telah vaksin pula sebagai antisipasi data NIK-nya belum tercatat dalam pedulilindungi. Rapid dan PCR juga tetap kudu," kata Jubir PT KAI Daop 2 Bandung, Kuswardoyo, Senin 13 September 2021.

Menurut dia, dengan persyaratan tersebut, pihaknya ingin memastikan bahwa pengguna layanannya baik KA jarak jauh maupun lokal telah menjalani vaksinasi Covid-19 minimal sudah mendapatkan dosis pertama.

Baca Juga: Peningkatan Peran Puskesmas Penting Kendalikan Covid-19

Tren penumpang KA jarak jauh sendiri semenjak PPKM darurat kemudian diubah PPKM level belum lagi menunjukan tren menggembirakan.

Dengan persyaratan perjalanan yang tak jauh berbeda, kemungkinan situasinya belum berubah sekali pun aktivitas masyarakat sudah menggeliat kembali. Selain itu, anak berusia di bawah 12 tahun belum diperkenankan naik KA.

"Untuk KA jarak jauh, rata-rata angkanya 500-an perharinya. Kalau dibandingkan sebelum PPKM, penumpang jarak jauh itu rata-rata bisa sampai 2.400-an perhari," katanya.

Untuk KA lokal yang juga mulai menggunakan aplikasi pedulilindungi per Selasa (14/9) sehingga penumpangnya dipastikan sudah tervaksin.

Baca Juga: Sholawat Nariyah, Tata Cara Mengamalkan dan Manfaatnya

Kebijakan untuk KA lokal itu sekaligus menggantikan surat tanda registrasi pekerja (STRP), surat tugas, atau surat keterangan lainnya.

Untuk pengecekan bukti vaksinasi Covid-19 itu, katanya, petugas bakal melakukannya melalui layar komputer petugas boarding sebelum naik kereta yang sudah terintegrasi dengan aplikasi pedulilindungi.

"Ketika data tidak muncul pada layar komputer petugas, pemeriksaan akan dilakukan secara manual dengan menunjukkan kartu vaksin calon pelanggan," kata Kuswardoyo.

Baca Juga: Dokter DP Campurkan Sperma ke Makanan Istri Temannya, Kena Pasal Kejahatan terhadap Kesopanan

Untuk tren penumpangnya, dia memperkirakan akan terjadi kenaikan. "Untuk KA lokal kemungkinan akan ada peningkatan karena anak sekolah saat ini bisa naik KA lokal asal sudah 12 tahun dan sudah divaksin, kalau aturan sebelumnya kan hanya untuk pekerja," jelasnya.

Pada Agustus lalu, jumlah penumpang KA lokal perhari rata rata 5.524 penumpang, atau 145 orang dalam satu perjalanan, atau 21 orang dalam satu kereta penumpang. Ini artinya kapasitas kereta yang terpakai hanya sebesar 18 persen.

Untuk awal September, tren kenaikan sudah mulai terasa. Hingga Senin (13/9), penumpang yang menggunakan jasa KA lokal rata rata sebanyak 6.261 orang per hari, atau 164 orang dalam satu perjalanan, atau 23 orang dalam satu kereta penumpang. "Kapasitas yang terpakai meningkat menjadi 20 persen," jelasnya

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Faskes di Tanah Air Bisa Bersaing dengan Negara Maju

Kamis, 25 November 2021 | 14:25 WIB

4 Smartphone Realme Diperkenalkan di Yogyakarta

Rabu, 10 November 2021 | 17:43 WIB
X