Pasokan AS Makin Ketat dan Dorongan Pembicaraan Joe Biden, Harga Minyak Naik Tajam

- Sabtu, 11 September 2021 | 09:48 WIB
Kilang Minyak lepas pantai. (suaramerdeka.com / dok)
Kilang Minyak lepas pantai. (suaramerdeka.com / dok)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Kenaikan tajam ditunjukkan harga minyak pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).

Kenaikan harga minyak dipicu tanda-tanda semakin ketatnya pasokan di Amerika Serikat sebagai akibat dari Badai Ida.

Naiknya harga minyak juga disokong harapan perdagangan AS-China akan memberi dorongan pada aset-aset berisiko setelah pembicaraan Presiden AS Joe Biden dan pemimpin China Xi Jinping.

Untuk pengiriman November, minyak mentah berjangka Brent melonjak 1,47 dolar AS atau 2,3 persen, menjadi menetap di 72,92 dolar AS, setelah mencapai tertinggi 73,15 dolar AS per barel.

Baca Juga: Permintaan Panglima TNI pada Masyarakat: Jadikan Penggunaan Masker Sebagai Kebiasaan Baru

Sementara untuk pengiriman Oktober, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS bertambah 1,58 persen atau 2,3 persen, menjadi 69,72 dolar AS per barel.

Untuk minggu ini, harga minyak mentah AS naik 0,6 persen, sementara minyak mentah Brent naik 0,4 persen.

Pengurangan pasokan oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan beberapa pemulihan permintaan dari pandem membuat Brent reli sebanyak 41 persen sejauh tahun ini.

Sejak akhir Agustus, sekitar tiga perempat dari produksi minyak lepas pantai Teluk AS, atau sekitar 1,4 juta barel per hari, tetap terhenti.

Baca Juga: Pelajar SMP dan SMA Blora Diupayakan Pemkab Bisa Dapat Vaksin Covid-19

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Harga Emas Naik di Tengah Kekhawatiran Inflasi AS

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 08:48 WIB

Tekan Biaya Operasional Logistik dengan Dexlite

Kamis, 21 Oktober 2021 | 19:24 WIB
X