Bisnis Ternak Ayam Potong Masih Dilirik

- Jumat, 25 Oktober 2019 | 09:12 WIB
CEK TERNAK: Dwi Rahayu sedang mengecek ternak ayamnya. (suaramerdeka.com/Hanief Sailendra)
CEK TERNAK: Dwi Rahayu sedang mengecek ternak ayamnya. (suaramerdeka.com/Hanief Sailendra)

KENDAL. suaramerdeka.com - Ternak ayam potong menjadi salah satu bisnis yang menggiurkan. Bagaimana tidak, ayam menjadi lauk favorit dan paling dibutuhkan setiap orang. Jadi jangan takut rugi bila sudah terjun ke bisnis satu ini.

Meski banyak keuntungan, ternyata masih banyak yang bingung dan enggan untuk terjun ke bisnis ini. Sebagian besar khususnya anak-anak muda menganggap usaha ini sangat tidak ngetren, karena bersinggungan langsung dengan hewan dan kotorannya, juga dianggap tidak bergengsi.

Menurut Dwi Rahayu (41), peternak ayam potong di desa Patukan, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, ternak ayam potong yang sudah digeluti sejak tahun 2011 ini, banyak suka dan duka yang dihadapi. Keuntungan pertama adalah permintaan pasar bakal selalu ada. Beda dengan daging sapi atau kambing yang karena harganya mahal, dia lebih bersifat musiman.

Selain itu, meski perawatannya dinilai lebih simpel dan praktis,  cukup dikasih pakan setiap hari, dibersihkan kandangnya, vaksin, sampai masa panennya tiba, namun butuh ketelitian yang rutin. Masa panen ayam dari bibit hingga siap dipanen biasanya memerlukan waktu sekitar dua bulan atau sampai bobot ayam melebihi satu kilogram.

Ditambahkannya, saat ini bisnis ternak ayam potong sedang tidak stabil, banyak para pengusaha yang gulung tikar, namun ada yang masih melirik bisnis ini. Contohnya, banyak sekarang yang membuat kandang ternak ayam potong, bedanya yang terbaru dibuat lebih modern dengan sistem Close House.

"Kendala yang dihadapi peternak saat ini,  kesulitan dalam budi daya, karena banyaknya wabah penyakit. Oleh sebab itu dibutuhkan kejelian dan ketepatan dalam menghadapi perkasus penyakit, dan untuk mengurangi, saya bersama suami dan dua karyawan, menggunakan sistem pengobatan secara alami dengan herbal" ungkap Dwi Rahayu kepada suaramerdeka.com.

-

KERJA SAMA: Untuk memilih pakan yang baik, Dwi Rahayu melakukan kerja sama dengan perusahaan pakan ternak dan datang langsung untuk melihat pengolahannya. (Foto: suaramerdeka.com/Hanief Sailendra)

Ditambahkan oleh Dwi, untuk menjadi peternak  ayam potong itu tidak gampang, harus selalu teliti dan merawat dengan baik. Pertama tentunya kita harus punya ayamnya. Nah, untuk  yang baru mulai beternak, lebih baik membeli DOC yang berkualitas. DOC merupakan anakan ayam yang baru lahir dan umurnya di bawah 10 hari.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Kelompok UKM di Sleman Didorong Bentuk Koperasi

Selasa, 26 Oktober 2021 | 15:01 WIB

Hendi Dukung UMKM Naik Kelas Lewat Desain Kemasan

Senin, 25 Oktober 2021 | 17:47 WIB
X