Emas Sedikit Menguat Seiring Mundurnya Dolar AS dan Spekulasi Baru soal Fed

- Jumat, 10 September 2021 | 09:24 WIB
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)

CHICAGO, suaramerdeka.com - Kemunduran dolar AS membuat emas sedikit menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).

Penguatan emas juga terangkat dengan spekulasi baru bahwa Federal Reserve AS dapat memulai tapering atau pengurangan awal dukungan ekonomi selama pandemi membatasi kenaikan, dengan Bank Sentral Eropa (ECB) juga memperlambat pembelian obligasinya.

Untuk pengiriman Desember, kontrak emas paling aktif di divisi Comex New York Exchange terangkat 6,5 dolar AS atau 0,36 persen, menjadi ditutup pada 1.800 dolar AS per ounce setelah selama dua hari beruntun berada di bawah level psikologis tersebut.

Pada Rabu lalu, emas berjangka jatuh 5 dolar AS atau 0,28 persen menjadi 1.793,50 dolar AS.

Baca Juga: Varian Mu Ditemukan, Pemerintah Memperketat Pengawasan Internasional

Sebelumnya emas juga terjun 35,2 dolar AS atau 1,92 persen menjadi 1.798,50 dolar AS pada Selasa lalu , dan merosot 8,20 dolar AS atau 0,45 persen menjadi 1.825,50 dolar AS pada awal pekan ini.

Ketika suku bunga rendah, emas cenderung naik, sementara beberapa investor juga melihat emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi yang dapat mengikuti langkah-langkah stimulus.

"Ketidakpastian keseluruhan menjaga emas tetap didukung, sementara elemen jangka panjang yang menopang harga emas adalah prevalensi suku bunga riil negatif. Varian Delta (virus corona) jelas masih memperkeruh perairan,” tambah Analis StoneX, Rhona O'Connell.

Untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 12,1 sen atau 0,5 persen, menjadi ditutup pada 24,177 dolar AS per ounce.

Kemudian, platinum untuk pengiriman Oktober turun 1,6 dolar AS atau 0,16 persen, menjadi ditutup pada 974,5 dolar AS per ounce.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X