Hasil Imbal Obligasi Menurun Picu Dolar Merosot di Akhir Perdagangan

- Jumat, 10 September 2021 | 08:12 WIB
Dolar AS. (Forbes)
Dolar AS. (Forbes)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Menurunnya imbal hasil obligasi pemerintah membuat dolar merosot pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).

Obligasi menurun setelah pemerintah AS melihat permintaan yang kuat untuk penjualan obligasi 30-tahun, yang bergerak sejalan dengan sebagain Greenback.

Menurunnya imbal hasil pada Kamis, 9 September 2021, setelah Departemen Keuangan menyelesaikan pasokan kupon senilai 120 miliar dolar AS yang dijadwalkan untuk minggu ini.

Penurunan juga diperlihatkan indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya tergelincir 0,23 persen menjadi 92,47, naik dari level terendah satu bulan di 91,94 pada Jumat.

Baca Juga: Jateng Digital Festival 2021: Pacu Digitalisasi Transaksi Pemda Serta Sektor Ekonomi dan Wisata

Terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, dolar bertahan di atas level terendah satu bulan yang dicapai, ketika data pekerjaan untuk Agustus menunjukkan bahwa pertumbuhan pekerjaan melambat.

Investor fokus pada kapan Federal Reserve kemungkinan akan mulai mengurangi pembelian obligasi (tapering) ketika bank sentral menyeimbangkan kenaikan tekanan harga terhadap gambaran ketenagakerjaan yang masih relatif lemah.

Untuk mata uang lainnya, euro terangkat setelah Bank Sentral Eropa (ECB) mengatakan akan memangkas pembelian obligasi darurat selama kuartal mendatang.

Peguatan euro juga didukung ECB mempertahankan nada dovish dan tidak memberikan kejutan besar karena mengambil langkah kecil pertama untuk melepaskan bantuan darurat yang menopang ekonomi zona euro selama pandemi.

Baca Juga: PON XX Papua: Pertandingan Tarung Derajat Diprediksi Ketat

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPR Danamon Raih Properti Indonesia Award 2021

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 19:12 WIB

Pinjol Ilegal Mainkan Psikologi Nasabah

Kamis, 14 Oktober 2021 | 20:31 WIB

Berani Investasi di Pasar Modal/Keuangan?

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:13 WIB
X