Pelaku UKM Hadapi Masalah Pengolahan Biji Kopi, Akui Terkendala Alat Kerja

- Kamis, 9 September 2021 | 14:25 WIB
PENGOLAHAN BIJI: Pelaku UKM Kopi Slamet Hermawan mengolah biji kopi untuk kepentingan usahanya, kemarin. (suaramerdeka.com/Hari Santoso)
PENGOLAHAN BIJI: Pelaku UKM Kopi Slamet Hermawan mengolah biji kopi untuk kepentingan usahanya, kemarin. (suaramerdeka.com/Hari Santoso)

 

UNGARAN, suaramerdeka.com - Bisnis kedai dan kafe kopi semakin berkembang pesat di wilayah Kabupaten Semarang.

Menjamurnya bisnis tersebut didukung kegemaran anak muda menikmati kopi sembari nongkrong.

Kendati demikian permasalahan klasik seperti permodalan dan alat kerja muncul di tengah pengelola berharap meraup keuntungan.

“Permasalahan yang saya hadapi bagaimana membuat proses pengupasan dan pengeringan biji kopi berjalan cepat. Dibutuhkan alat kerja yang sesuai,” kata Slamet Hermawan atau Wawan, pelaku UKM Kopi Jrakah Banyubiru, Kamis 9 September 2021.

Baca Juga: Jalur Menuju Sigar Bencah Dialihkan Sementara untuk Olah TKP

Dia menyinggung persoalan ini saat bertemu Tim Penguatan Komoditi Unggulan (PKUM) Undip.

Tim yang dipimpin Dosen Solikhin merupakan mitra pelaku UKM dalam pendampingan manajemen usaha dan pemberian hibah alat. Di dalamnya, berupa mesin huller kopi, dan green house sederhana.

Wawan, pemuda asli Jrakah berterus terang sejak 2019 lalu menggeluti produksi kopi di antaranya Robusta, Arabica dan Kopi Wine.

Disamping memanfaatkan lahan kopi milik orang tuanya, dan berbekal belajar dari berbagai sumber, diolahnya kopi hasil kebun sendiri. UKM yang dimiliki Wawan diberi nama Kopi Pinanggih.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UMKM Perlu Mulai Berani Melibatkan Investor

Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:34 WIB
X