Hybrid Trade Showcase 2021: Rumah Instan Karya Anak Bangsa Merambah Pasar Benua Afrika

- Kamis, 9 September 2021 | 11:36 WIB
Menteri Parekraf Indonesia, Sandiaga Uno memberi sambutan dalam pameran Hybrid Trade Showcase 2021. (suaramerdeka.com / dok)
Menteri Parekraf Indonesia, Sandiaga Uno memberi sambutan dalam pameran Hybrid Trade Showcase 2021. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Setelah sebelumnya berhasil merambah pasar Asia, Australia, dan Amerika dengan produk Nexalumenya, Tatalogam Group kembali mengembangkan sayapnya ke luar negeri.

Kali ini giliran Rumah Instan Domus karya PT Tatalogam Lestari yang akan merambah pasar Benua Afrika.

Upaya ini dilakukan dengan mengikuti pameran Hybrid Trade Showcase 2021 yang digelar mulai tanggal 7-8 September, bersama ratusan produk UMKM lain di Tanah Air.

Dalam pembukaan pameran yang berlangsung berkat kerja sama KBRI Nairobi, Kenya dengan Kareem International ini, Menteri Parekraf Indonesia, Sandiaga Uno mengungkapkan, pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang sangat signifikan bagi seluruh sektor, tidak terkecuali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.

Baca Juga: Soundtrack 'Street Woman Fighter' Mirip Suara Adzan, Mnet Minta Maaf

Namun ia mengatakan, semua harus terus bangkit mengingat ada 34 juta masyarakat Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini.

“Tahun 2021 merupakan tahun pemulihan. Dan kita perlu menerapkan strategi guna membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Pandemi ini merupakan momentum bagi kita untuk berbenah diri."

"Agar lebih siap untuk bersaing dan tentunya memaksa kita untuk meningkatkan keterampilan kita."

"Oleh karenanya kita perlu meningkatkan kualitas, baik SDM produk maupun pengelola usaha."

Baca Juga: Epidemiolog Sebut Kunci Utama Menekan Angka Penularan Covid 19: Terus Melaksanakan PPKM

"Strategi yang dilakukan oleh Kemenparekraf dalam menghadapi era kebiasaan baru ini adalah menerapkan inovasi, adaptasi dan kolaborasi,” terang Sandiaga Uno dalam sambutannya, Selasa, 7 September 2021.

Ia menjelaskan, inovasi dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital dan big data.

Memanfaatkan juga artificial intelegence, Internet of thing, mechine learning dan banyak lagi hal yang berkaitan dengan teknologi kekinian.

Adaptasi dilakukan dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan CHSE atau Cleaningness, Health, Savety dan Environtmental.

Baca Juga: Pengurus IPHI Pemalang Dikukuhkan, Diminta Segera Susun Program Kerja

Kemudian Kemenparekraf juga berkolaborasi dengan para stackholder seperti yang kali ini dilakukan bersama Kareem International sebagai perusahaan aggregator ekspor Indonesia dan juga dengan KBRI Nairobi, Kenya.

“Saya berharap, acara ini dapat membantu para pelaku UMKM produk kreatif Indonesia, pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dapat memulai ekspor produknya dengan mengenal target pasar dan budaya Negara tujuan, khususnya pasar Arfika yang sangat menjanjikan."

"Afrika adalah benua masa depan. Saya percaya bahwa Kenya dan Benua Afrika secara luas merupakan pasar yang sangat menarik dan sangat potensial untuk kita kembangkan, khususnya untuk produk-produk UMKM Ekonomi Kreatif milik anak-anak bangsa,” terang Sandi lagi.

Hal senada juga dilontarkan Vice Presiden Tatalogam Group, Stephanus Koeswandi.

Ia mengungkapkan, Benua Afrika patut dipilih menjadi salah satu negara tujuan ekspor Rumah Instan Domus karena 5 dari 10 negara di Benua Afrika tercatat sebagai negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Bahkan IMF memperkirakan meskipun pandemi, Ekonomi Afrika akan tumbuh sekitar 4 persen pada tahun 2021.

Selain itu, Bank Dunia juga meyakini bahwa 90 persen negara di benua Afrika akan mencapai “pendapatan menengah” (setidaknya US$1000 per orang per tahun) pada tahun 2025 jika tingkat pertumbuhan saat ini terus berlanjut.

Menurut data yang ia terima dari berbagai sumber juga diketahui, lebih dari separuh angkatan kerja di Afrika diperkirakan memiliki beberapa pendidikan tingkat menengah pada tahun 2021.

Afrika juga memiliki sekitar 128 juta orang dengan pendapatan rumah tangga melebihi $5.000 dan akan mencapai 156 juta pada tahun 2022 mendatang.

“Informasi-informasi ini yang bisa digunakan para pelaku usaha di tanah air untuk mengembangkan sayap bisnisnya."

"Namun tentu saja, untuk bisa bersaing dengan produsen dari Negara lain, kita juga harus menyiapkan produk yang sudah berstandar internasional."

"Rumah Domus sendiri sudah memiliki spesifikasi khusus yang dirancang agar bisa memenuhi kebutuhan Rumah Permanen dengan kualitas yang tinggi. Rumah ini memungkinkan konsumen membangun rumah dengan cepat,” terang stephanus.***

 

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BSN Bikin Etalase Digital Produk UKM Ber-SNI

Jumat, 3 Desember 2021 | 20:25 WIB

Ganjar Melapak, UMKM Kembali Tersenyum

Sabtu, 20 November 2021 | 11:24 WIB

32.620 Debitur di Magelang Terima Pinjaman Ultra Mikro

Minggu, 14 November 2021 | 21:30 WIB
X