Dolar Pangkas Kenaikan Usai Imbal Hasil Obligasi AS Turun

- Kamis, 9 September 2021 | 11:00 WIB
Dollar. (Pixabay)
Dollar. (Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Turunnya imbal hasil obligasi AS membuat dolar memangkas kenaikannya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB),

Selain itu, ada kenaikan indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap eanam mata uang rivalnya, sebesar 0,14 persen menjadi 92,66, setelah sebelumnya naik ke 92,86, tertinggi sejak 27 Agustus.

Imbal hasil obligasi AS turun, setelah pejabat Federal Reserve menawarkan pandangan dovish tentang ekonomi, dan sehari menjelang keputusan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB).

Presiden Fed Bank New York John Williams mengatakan bahwa lebih banyak kemajuan diperlukan di pasar tenaga kerja untuk mencapai kemajuan lebih lanjut yang substansial" guna tujuan pekerjaan maksimum Fed.

Baca Juga: Konsumsi Listrik PLN Januari-Juli Naik Jadi 146 TWh, Sinyal Ekonomi RI Mulai Bangkit

Namun dia menambahkan, mungkin tepat bagi Federal Reserve untuk mulai mengurangi laju pembelian asetnya akhir tahun ini jika ekonomi terus membaik.

Untuk mata uang lain, euro merosot sebelum pertemuan Bank Sentral Eropa pada Kamis waktu setempat.

ECB dapat memperketat kebijakan lebih cepat daripada yang diperkirakan banyak orang karena tekanan inflasi dapat terbukti berkelanjutan, pembuat kebijakan ECB Robert Holzmann mengatakan dalam kontribusinya kepada Majalah Eurofi pada Rabu, 8 September 2021.

Mata uang tunggal terakhir turun 0,13 persen menjadi 1,1823 dolar AS.

Baca Juga: RUU PDP Harus Pastikan Tanggung Jawab Platform pada Perlindungan Data Pribadi

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPR Danamon Raih Properti Indonesia Award 2021

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 19:12 WIB

Pinjol Ilegal Mainkan Psikologi Nasabah

Kamis, 14 Oktober 2021 | 20:31 WIB

Berani Investasi di Pasar Modal/Keuangan?

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:13 WIB
X